东京热

东京热 Official Website

Memerangi Malaria Resisten Multiobat: Perspektif In Silico terhadap Dimer Resveratrol Turunan Shorea sebagai Inhibitor Mutan Kuadruple Dihidrofolat Reduktase Plasmodium falciparum Generasi Berikutnya

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Munculnya Plasmodium falciparum yang resisten terhadap berbagai obat (multidrug-resistant), khususnya galur dengan mutasi ganda pada enzim dihydrofolate reductase (PfDHFR), menuntut ditemukannya inhibitor baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan komputasi komprehensif untuk mengkaji senyawa dimer resveratrol dari genus Shorea, yaitu metabolit sekunder yang diketahui memiliki bioaktivitas sebagai kandidat inhibitor mutan kuadruple PfDHFR yang sangat resisten. Metode Density Functional Theory (DFT) digunakan untuk mengoptimalkan geometri 24 senyawa kandidat, yang kemudian dilanjutkan dengan molecular docking untuk menapis afinitas pengikatan pada sisi aktif enzim. Kandidat-kandidat yang paling menjanjikan selanjutnya diuji melalui simulasi dinamika molekuler (MD) selama 250 ns untuk mengevaluasi stabilitas kompleks. Hasil penapisan mengidentifikasi (-)-蔚-viniferin (1DR), maximol A (2DR), dan hemsleyanol A (5DR) sebagai kandidat unggulan. Simulasi MD mengonfirmasi stabilitas kompleks-kompleks tersebut pada sisi aktif enzim. Secara khusus, hemsleyanol A (5DR) menunjukkan afinitas pengikatan terkuat (螖Gbind = -38,07 卤 0,05 kkal/mol), melampaui kontrol pirimetamin (-17,19 卤 0,04 kkal/mol) maupun ligan alami hasil kokristalisasi WR99210 (-31,46 卤 0,04 kkal/mol) sebagaimana dihitung menggunakan metode QM/MM-GBSA. Selain itu, prediksi farmakokinetik menunjukkan bahwa hemsleyanol A memiliki sifat-sifat yang menguntungkan layaknya obat (drug-like properties). Temuan ini menetapkan hemsleyanol A sebagai senyawa penuntun (lead compound) yang berpotensi melawan malaria yang resisten terhadap berbagai obat.

Kata kunci: PfDHFR-Quadruple mutant; Dimer resveratrol; Molecular modelling; Molecular docking; Molecular dynamics simulation.

Received: 24 January 2026; Revised: 03 April 2026; Accepted: 27 April 2026

Article type: Research article.

DOI:

AKSES CEPAT