东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa UNAIR Hadirkan Larvacle, Solusi Pencegahan DBD Berbasis Bahan Alami dan Teknologi

Mock up box Larvacle, ekstrak daun kelor dan biji pepaya. (Foto: Istimewa).
Mock up box Larvacle, ekstrak daun kelor dan biji pepaya. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Meski pemerintah telah menyediakan abate untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk, tidak semua masyarakat bersedia menggunakannya. Kekhawatiran terhadap kandungan bahan kimia dalam abate masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk di wilayah Pogot Baru RW 06 Surabaya yang tergolong kawasan berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD. 

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa 东京热 (UNAIR) mengembangkan Larvacle. Sebuah program yang menggabungkan biolarvasida berbahan alami dengan sistem monitoring digital guna membantu masyarakat melakukan pencegahan DBD secara mandiri dan berkelanjutan. 

Inovasi tersebut digagas oleh Kayla Alpha Hanundita Suli (FKG) bersama Atikah Kurniawati (FKP), Fahruriza Nayla Aura Mahendra (FKP), dan Kevin Yehezkiel Harianja (FTMM). Melalui penelitian bertajuk Larvacle: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Kelor dan Biji Pepaya Sebagai Biolarvasida Pengendali Jentik Nyamuk di Pogot Baru Surabaya, mereka berhasil lolos pendanaan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema PM (Pengabdian Masyarakat).

Kayla, selaku ketua tim mengungkapkan bahwa program Larvacle dikembangkan setelah tim melakukan identifikasi kondisi masyarakat di Pogot Baru RW 06 Surabaya. Dari hasil observasi, tim menemukan bahwa sebagian warga masih enggan menggunakan abate yang diberikan pemerintah karena menganggap bahan tersebut kurang aman digunakan pada sumber air rumah tangga. 

鈥淪etelah kami telusuri, salah satu penyebabnya adalah masih adanya kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan abate. Karena itu, kami mencoba menghadirkan alternatif yang lebih mudah diterima melalui biolarvasida berbahan alami,鈥 ujar Kayla.

Sebagai solusi, tim mengembangkan biolarvasida yang dibuat dari daun kelor dan biji pepaya. Kedua bahan tersebut diolah dan dikombinasikan dengan bahan alami lainnya sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti larvasida kimia. Melalui Larvacle, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga dilibatkan dalam proses pembuatan biolarvasida. 

Selain mengembangkan biolarvasida, tim juga menggandeng Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai mitra pelaksana. KSH selama ini berperan dalam memantau kondisi lingkungan dan keberadaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga. 

Tim penggagas Larvacle yang lolos dalam tahap pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). (Foto: Istimewa).

Tidak hanya menawarkan inovasi berbahan alami, Larvacle juga mengintegrasikan teknologi digital untuk mendukung upaya pencegahan DBD. Tim mengembangkan sistem berbasis website yang berfungsi sebagai sarana monitoring dan verifikasi penggunaan larvasida oleh masyarakat. Melalui sistem tersebut, warga dapat mengunggah bukti penggunaan larvasida yang kemudian diverifikasi oleh KSH. 

Website juga dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti panduan pembuatan biolarvasida, fitur komunitas bagi kader, hingga fitur SOS yang dapat digunakan untuk pelaporan kondisi darurat terkait DBD. Saat ini, tim masih melakukan pengujian laboratorium guna memastikan efektivitas biolarvasida sebelum diterapkan kepada masyarakat. Setelah seluruh tahapan pengembangan selesai, tim akan melaksanakan serangkaian penyuluhan kepada warga terkait pembuatan biolarvasida, penggunaan website serta pemantauan lingkungan untuk mengurangi potensi berkembangnya jentik nyamuk. 

鈥淎walnya, sistem ini dirancang dalam bentuk aplikasi. Namun, kami memutuskan mengembangkannya menjadi website karena proses publikasi aplikasi di Play Store maupun App Store membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan masa pelaksanaan program,鈥 ungkapnya.

Melalui Larvacle, mereka berharap masyarakat Pogot Baru dapat memiliki sistem pencegahan DBD yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan serta dukungan monitoring digital, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengendalikan jentik nyamuk di lingkungan sekitar. 


Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT