UNAIR NEWS – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai wilayah di dunia saat ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lingkungan yang berdampak pada keberlanjutan ekosistem dan kesehatan manusia. Menanggapi kondisi tersebut, 东京热 (FKM UNAIR) menggelar Webinar Internasional bertajuk 鈥淓co-health for Our Future: Nature, Climate, and Health鈥.
Webinar internasional ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (18/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, para pembicara mengulas berbagai tantangan global di sektor lingkungan dan kesehatan. Mulai dari pencemaran bahan kimia, perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan lingkungan, kesehatan ekologis dan gaya hidup berkelanjutan, analisis kesehatan masyarakat dan lingkungan, hingga pengelolaan air bersih serta limbah yang aman dan berkelanjutan.
Relevansi Konsep Eco-Health
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FKM UNAIR, Mahmud Aditya Rifqi SGz MSi PhD menekankan bahwa konsep eco-health memiliki relevansi yang kuat bagi praktisi kesehatan, masyarakat, peneliti, mahasiswa, serta seluruh umat manusia dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi panduan dalam melindungi masyarakat dari berbagai risiko kesehatan yang berkaitan dengan perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan yang tepat. 鈥淧rogram internasional sebesar ini membutuhkan dedikasi yang luar biasa. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar yang sangat baik ini,鈥 ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahmud berharap webinar tersebut tidak hanya menjadi wadah pertukaran pengetahuan. Tetapi juga memperkuat jejaring untuk kolaborasi penelitian, pertukaran akademik, dan pengakuan internasional pada masa mendatang. Kehadiran para narasumber dan peserta dari berbagai institusi terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Prancis turut memperkaya perspektif dalam diskusi yang berlangsung. 鈥淜ami percaya diskusi ilmiah hari ini akan menghasilkan berbagai masukan yang bermanfaat dalam merumuskan solusi strategis bagi kesehatan masyarakat,鈥 imbuhnya.
Kesempatan Belajar dan Berkolaborasi
Sejalan dengan Mahmud, Kepala Departemen Kesehatan Lingkungan, Dr Retno Adriyani ST MKes menekankan bahwa webinar tersebut dapat menjadi kesempatan belajar yang sangat berharga. Ia menyebut, pendidikan kesehatan masyarakat tidak terbatas pada ruang kelas dan buku teks. Melainkan tumbuh melalui diskusi, refleksi, pertukaran lintas disiplin ilmu, dan keterlibatan langsung dengan tantangan global yang nyata. 鈥淪emoga diskusi hari ini dapat berkontribusi pada kemitraan yang lebih kuat dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif untuk tantangan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat di masa depan,鈥 pesannya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Yulia Rohmawati





