UNAIR NEWS 鈥 Mahasiswa 东京热 (UNAIR) yang tergabung dalam tim OviGuard menggagas inovasi alat pendeteksi mastitis subklinis pada sapi perah berbasis bio-reagen dan sensor digital. Tim tersebut beranggotakan Alvyan Ananta Asis, Nafisa Aura Qolby, Bintang Muslimah, dan Ibnu Andhika Hidayat. Mereka berada di bawah bimbingan dan .
Inovasi tersebut mereka ikut sertakan dalam ajang Hult Prize Indonesia 2026 pada Senin (18/5/2026) di East Auditorium Institut Teknologi Bandung (ITB), Kampus Ganesha, Bandung. Mereka berhasil lolos sebagai finalis, bersaing dengan berbagai mahasiswa dari universitas bergengsi lainnya. Kompetisi startup internasional tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan global berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Inovasi untuk Peternak Lokal
Mengusung tema global 鈥淩edesigning Fashion鈥, Hult Prize tahun ini menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menjawab tantangan dunia. Meski demikian, tim OviGuard menghadirkan solusi di sektor peternakan yang tetap relevan dengan semangat sustainability dan pemberdayaan masyarakat.
鈥淥viGuard merupakan alat yang dapat mendeteksi mastitis subklinis pada sapi perah dengan mengintegrasikan bio-reagen dan sensor digital. Agar deteksi lebih akurat namun tetap terjangkau bagi peternak lokal,鈥 ujar Alvyan sebagai perwakilan tim.

Ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang untuk membantu menekan kerugian ekonomi akibat mastitis pada sapi perah sekaligus mendukung SDGs poin 1 (No Poverty), 2 (Zero Hunger), 8 (Decent Work and Economic Growth), dan 12 (Responsible Consumption and Production). Dalam tahap final, tim mempresentasikan pitch deck di hadapan juri nasional seperti Jehian Panangian, Mohammad Bijaksana Junerosano, dan Rudiantara.
Tantangan di Berbagai Persiapan yang Singkat
Proses persiapan menuju kompetisi dilakukan melalui berbagai tahapan. Mulai dari seleksi ide startup, pengembangan teknologi, penyusunan pitch deck, hingga konsultasi intensif bersama dosen pembimbing. Seluruh proses tersebut berlangsung di tengah jadwal akademik yang padat.
鈥淭antangan terbesar kami adalah manajemen waktu karena seluruh proses riset dan pengembangan prototipe berlangsung bersamaan dengan masa Ujian Tengah Semester,鈥 ungkapnya.
Meski demikian, mereka mampu menyelesaikan seluruh tahapan hingga berhasil menjadi finalis nasional. Tim OviGuard berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat terimplementasi secara nyata bagi peternak skala kecil di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas usaha peternakan.
鈥淗arapan kami, OviGuard tidak hanya berhenti sebagai ide kompetisi. Tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh peternak lokal agar kesehatan ternak lebih terjaga dan kesejahteraan mereka meningkat,鈥 tutupnya.聽
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





