UNAINEWS – Mengembangkan sebuah usaha baru di era modern tidak hanya membutuhkan modal materi, melainkan juga ketepatan dalam membaca arah pasar serta kebutuhan konsumen. Guna membekali mahasiswa dengan kesiapan tersebut, Bootcamp ke-3 Airlangga Young Entrepreneur (AYE) 东京热 (UNAIR) kembali digelar dengan mengangkat tema Customer Experience pada Sabtu (23/5/2026) di Auditorium Ternate, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.
Menghadirkan Indah Aromatika Mangestuti SP MM selaku Founder Aromatika Beautica & Wellness Indonesia sebagai pemateri, ia membawakan topik bertajuk Business Trend and Market Validation. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa landasan paling mendasar sebelum mengeksekusi sebuah ide bisnis adalah melakukan validasi pasar secara objektif.
Pentingnya Validasi Pasar dan Pengumpulan Data
Dalam melakukan validasi pasar, Indah memaparkan beberapa tahapan logis yang harus dilalui oleh pelaku usaha. Proses tersebut dimulai dari merumuskan hipotesis target konsumen, merancang metode survei atau wawancara langsung, hingga mengumpulkan data riil dari calon pengguna.
Melalui data tersebut, pebisnis dapat mengukur seberapa besar potensi pasar (market size) dan daya beli masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. “Validasi pasar berfungsi sebagai penguji apakah asumsi bisnis kita sejalan dengan realitas di lapangan. Jangan sampai kita menghabiskan banyak sumber daya untuk membuat produk yang ternyata tidak memiliki basis konsumen,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tren bisnis saat ini bergerak sangat dinamis seiring dengan perubahan gaya hidup digital. Pelaku wirausaha muda dituntut untuk selalu adaptif terhadap pergeseran perilaku konsumen, terutama dalam aspek customer experience atau pengalaman kenyamanan konsumen saat berinteraksi dengan sebuah merek produk.
Strategi Menghadapi Kompetisi dan Keberlanjutan Usaha
Selain membahas validasi awal, Indah juga membedah strategi dalam menghadapi kompetitor di industri sejenis. Wirausaha muda harus mampu menentukan Nilai Jual Unik (Unique Selling Proposition/USP) yang membedakan produk mereka dari pesaing yang sudah ada di pasar. USP ini bisa berupa inovasi formula produk, kemudahan akses layanan, hingga pendekatan komunikasi pemasaran yang lebih personal.
Indah mengingatkan para peserta bootcamp agar tidak takut melakukan pivot atau perubahan strategi jika data hasil validasi menunjukkan arah yang kurang menguntungkan. Evaluasi berkala terhadap umpan balik (feedback) konsumen merupakan kunci utama untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) operasional sebuah bisnis dalam jangka panjang.
鈥淜etika kompetisi pasar semakin ketat, produk kita tidak boleh sekadar ikut-ikutan. Wirausaha muda harus jeli melihat celah kosong yang belum digarap kompetitor, lalu mengemasnya menjadi Unique Selling Proposition yang kuat. Evaluasi berkala terhadap umpan balik konsumen juga menjadi penentu apakah kita perlu melakukan pivot atau mempertahankan strategi yang ada demi keberlanjutan bisnis,鈥 pungkasnya.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





