UNAIR NEWS – Berita membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa UNAIR. Harold Hubert Noventius Sihombing, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi () 东京热 berhasil membawa pulang juara pertama lomba esai dengan tema Optimalisasi Teknologi Adaptif oleh Generasi Muda dalam Mewujudkan Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Lomba yang berlangsung di Universitas Brawijaya Malang pada Sabtu (22/08/2026). Kegiatan itu bertajuk Brawijaya Animal Science Ideas Competition (BASIC) XIII 2026.
HEMEFORT Hadir sebagai Solusi
Selama ini Indonesia memiliki potensi hasil peternakan mencapai 3,5 juta ton per tahun, dengan 56鈥58 persen berupa jeroan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, anemia masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
Meskipun konsumsi protein masyarakat sudah mencukupi, sekitar 75 persen berasal dari sumber nabati yang memiliki bioavailabilitas zat besi lebih rendah. Disisi lain, program fortifikasi pangan skala nasional melalui LSFF 2025鈥2045 masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan bioavailabilitas zat besi.
鈥淜ondisi ini menunjukkan bahwa pemenuhan protein saja tidak cukup, sumber dan bioavailabilitas zat besi juga perlu diperhatikan. Berdasarkan literatur, ginjal sapi berpotensi meningkatkan penyerapan zat besi non-heme hingga 207,3 persen,鈥 ujar Harold.
Oleh karena itu, Harold menggagas ide bernama HEMEFORT yang merupakan inovasi fortifikasi berbasis heme iron. Fortifikasi itu berasal dari hidrolisat ginjal sapi yang tidak hanya berpotensi meningkatkan penyerapan zat besi, pencegahan anemia dan mengoptimalkan pemanfaatan jeroan sebagai hasil samping peternakan.
鈥淜eunggulan inovasi ini terletak pada pemanfaatan heme iron dari jeroan sapi yang lebih bioavailable, sekaligus mengoptimalkan hasil samping peternakan. Selain itu, HEMEFOT juga hadir dalam bentuk saus yang praktis sehingga berpotensi mudah diintegrasikan ke dalam konsumsi sehari-hari dan program fortifikasi pangan,鈥 jelas Harold.

Melalui Proses Panjang
Sembari perlombaan, Harold juga mengakui menghadapi berbagai tantangan yang harus dihadapi. 鈥淪aya sempat kesulitan mencari data terkait total peternakan Indonesia dan berapa persen pemanfaatannya terhadap jeroan dan lainnya,鈥 tutur Harold.
Ia juga cukup lama untuk brainstorming ide terkait metode yang digunakan. 鈥淭etapi, akhirnya saya membuatnya melalui ekstraksi dan hidrolisis ginjal sapi untuk memperoleh heme iron yang kemudian dienkapsulasi agar lebih stabil dan mampu diformulasikan ke dalam saus sebagai produk fortifikasi,鈥 jelas Harold.
Hasilkan Ide Bermanfaat
Harold berpesan kepada mahasiswa untuk terus berkarya agar dapat menghasilkan ide yg bisa bermanfaat untuk berbagai tingkatan di Indonesia. Menurutnya, besar tidak selalu datang dari sesuatu yang besar, kadang cukup dari sesuatu yang selama ini kita anggap sepele dan kurang berharga.
鈥淪aya berharap ide ini menjadi lahirnya program fortifikasi yang menggunakan zat besi heme supaya dapat menjadi langkah preventif anemia di Indonesia,鈥 ujarnya.
Penulis: Fauziah Kandela
Editor: Khefti Al Mawalia





