东京热

东京热 Official Website

Gagaskan Inovasi BAMBOO-PURE untuk Bantu Korban Bencana Flores, Tiga Mahasiswa Sejarah UNAIR Bawa Pulang Juara I Siaga Awards

Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Kesya Azka Najhan, Deananda Dzakiyyah Putri saat mendapatkan juara I SIAGA Awards. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Kesya Azka Najhan, Deananda Dzakiyyah Putri saat mendapatkan juara I SIAGA Awards. (Foto: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS 鈥 Bencana gempa bumi di Flores menggerakkan hati tiga mahasiswa 东京热 (UNAIR) untuk turut membantu para korban. Mereka menciptakan inovasi BAMBOO-PURE, sebuah sistem filtrasi air yang memanfaatkan kombinasi bambu betung dan keramik berpori untuk menghasilkan air bersih di kawasan evakuasi bencana. Inovasi cemerlang ini berhasil mengantarkan mereka meraih piala Juara I kompetisi penulisan ilmiah pada Minggu (30/8/2026) di ajang SIAGA Awards 2026 persembahan dari Universitas Islam Indonesia.聽

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa para Ksatria Airlangga terus berupaya memberikan dampak positif dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ketiga anggota kompetisi, yakni Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Kesya Azka Najhan, Deananda Dzakiyyah Putri mengungkapkan bahwa mereka kompak membagi tugas untuk riset dalam menciptakan inovasi tersebut. Irsyad sendiri mengaku bahwa tantangan yang paling terasa adalah bagaimana membagi waktu antara riset dan kegiatan akademik. 

鈥淜ami bagi tugas dari mencari masalah, potensi, dan implementasi. Misalnya, kesya yang cari masalah, dia cari data-data perihal kekurangan air bersih saat bencana, terus aku cari potensi, oh inovasi apa ya yang cocok, dan dea itu mencari apakah inovasi ini implementatif atau tidak, kalau iya bagaimana implementasinya,鈥 ungkapnya.

Inovasi BAMBOO-PURE

Inovasi ini berawal dari pertanyaan apa yang paling pengungsi butuhkan. Mereka menemukan bahwa salah satunya adalah air bersih. Namun, apabila menggunakan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) malah menimbulkan banyak sampah.

鈥淜ami berpikir kok gak kita nyaring air saja di tempatnya langsung. Toh, lebih efektif dan ekonomis kalo dilihat dari transportasi, tidak perlu bawa berton-ton AMDK. Akhirnya, kami mencari bahan baku yang bisa digunakan untuk filtrasi air tapi mudah ditemukan bahan bakunya di sekitar bencana. Nah, kami menemukan bambu betung akhirnya kami coba membuat,鈥 paparnya.

Kesya menyebut bahwa pemilihan bambu betung dan keramik berpori berdasarkan pada mudahnya mendapatkan bahan tersebut dan gampang untuk mengolahnya. Ia mempertegas bahwa pembuatan inovasi ini tidak perlu seorang ahli, Ibu-ibu biasa pun dapat mengoperasikan inovasi ini.聽

鈥淎lat ini bisa dibawa kemana-mana saat bencana dan ini tuh memanfaatkan gravitasi jadi tanpa listrik, mengubah potensi menjadi inovasi, dan inovasi ini berkelanjutan karena tidak ada sampah botol plastik lain,鈥 imbuhnya.

Cara Kerta BAMBOO-PURE dea

Dea menjelaskan bahwa kinerja BAMBOO PURE terdiri atas tiga lapisan utama. Lapisan pertama berfungsi menyaring lumpur, pasir halus, serta partikel organik. Lapisan kedua berfungsi menyerap bau, senyawa organik, serta logam berat seperti timbal. Terakhir, Lapisan ketiga berfungsi menonaktifkan bakteri seperti Escherichiacoli dan Salmonella, sehingga mampu menurunkan risiko penyakit bawaan air di lokasi pengungsian.

鈥淟apisan pertama dari sabut kelapa dan pasir silika, kemudian lapisan kedua itu inovasi kami, yaitu karbon aktif bambu betung, sehingga diolah melalui proses pirolisis pada suhu sekitar 800 derajat Celcius dan menghasilkan karbon aktif dengan luas permukaan sekitar  343,94 meter persegi per gram. Terakhir, lapisan ketiga terdiri dari keramik berpori berlapis perak, keramik berpori berukuran 0,2 hingga 0,5 mikron kemudian diimpregnasi menggunakan perak nitrat,鈥 jelasnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT