UNAIR NEWS 鈥 Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 东京热 (UNAIR) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Delegasi FIKKIA berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang 5th International Youth Summit yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (30-31/5/2026) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi Sentosa Foundation yang bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) tersebut mempertemukan mahasiswa dan peneliti muda dari berbagai negara.
Delegasi FIKKIA itu terdiri dari Akbar Maula Dani (AKUA 2025) dan Az鈥橺ahwa Rizky Iskandar (KH 2025). Keduanya sukses membawa pulang Gold Medal, Favorite Poster Award, dan Bronze Medal melalui dua inovasi teknologi yang berfokus pada isu lingkungan dan kesehatan. Keberhasilan tersebut mereka raih setelah bersaing dengan sejumlah finalis dari berbagai institusi pada babak final kompetisi.
鈥Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga karena kami dapat bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan inovasi yang kami kembangkan untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat,鈥 ujar Zahwa selaku anggota tim.
Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik
Mereka memperkenalkan inovasi Trashine: Innovation in Integrated Plastic Waste Management Technology Based on Artificial Intelligence and the Internet of Things. Inovasi tersebut merupakan sistem pengelolaan sampah plastik terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah.
Melalui pendekatan digital, mereka merancang Trashine untuk membantu proses pemilahan, pemantauan, dan pengelolaan sampah plastik secara lebih efisien. Solusi ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan limbah plastik yang berdampak pada kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Keunggulan inovasi tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri internasional hingga mengantarkan tim meraih dua penghargaan sekaligus. Yakni Gold Medal dan Favorite Poster Award. 鈥淜ami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan lingkungan. Melalui Trashine, kami berharap pengelolaan sampah plastik dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,鈥 jelas Zahwa.
Kontribusi Teknologi untuk Kesehatan
Tim juga memperkenalkan Albumin Detector: Microcontroller-Based Sensor Technology Innovation as a Youth Contribution to Albuminuria Monitoring to Support the Global Health System. Inovasi tersebut berupa teknologi sensor berbasis mikrokontroler yang mereka kembangkan untuk membantu pemantauan albuminuria sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan.
Albumin Detector dirancang sebagai solusi yang mudah digunakan dan berpotensi mendukung sistem pemantauan kesehatan yang lebih efektif. Melalui inovasi ini, tim berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sistem kesehatan global melalui pemanfaatan teknologi.
Atas inovasi tersebut, Akbar dan Zahwa berhasil meraih Bronze Medal. Menurut Zahwa, capaian tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan riset yang berdampak luas bagi masyarakat. 鈥淧restasi ini menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berinovasi. Kami berharap karya yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat nyata serta menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkarya dan berkompetisi di tingkat internasional,鈥 pungkasnya.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





