UNAIR NEWS 鈥 Lembaga Pengembangan dan Pelatihan Terpadu (LPPT) 东京热 mengadakan kegiatan Training Insentif Professional Asset Manajemen di Hotel Core Connet Surabaya, Senin (8/5). Pelatihan tersebut menjadi sangat penting.
Mengingat, manajemen aset yang efektif akan memberikan kontribusi pada efisiensi penggunaan kapital, nilai ekonomi sumber daya, produktivitas, dan kualitas. Serta, merupakan masukan yang berharga bagi pengambilan keputusan strategis sehingga aset yang dimiliki dapat dikelola secara efisien. Dengan demikian, diharapkan produktivitas maksimum melalui seluruh siklus hidup aset akan mampu dicapai.
Kessa Kamelia, staf bagian kerja sama dan pelatihan LPPT UNAIR, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan kelanjutan dari serangkaian pelatihan yang diadakan LPPT UNAIR. Kali ini pesertanya dibatasi, hanya 20鈥30 peserta setiap pelatihan.
鈥漀ah, Training Insentif Professional Asset Manajemen ini merupakan pelatihan yang ke-3. Sebelumnya kami melaksanakan dua pelatihan, yaitu E-Journal Manajemen dan Human Resource and Planning,鈥 ungkapnya.
Pelatihan tersebut digelar agar peserta dapat memahami prinsip, tujuan, kebijakan, dan implementasi dari pemanfaatan asset management yang efektif dan efisien. Yakni, dengan metode pemaparan konsep, diskusi kelompok, latihan, dan studi kasus. Acara itu berlangsung selama dua hari, Senin鈥揝elasa (7鈥8/5).
鈥漃eserta eksklusif dari Bapel (Badan Pelaksana) BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya),鈥 Tutur Kessa.
Materi pelatihan Training Insentif Professional Asset Manajemen itu meliputi konsep dasar, prinsip dan tujuan, siklus, strategi, kebijakan, serta penerapan manajemen asset. Termasuk kontribusi manajemen aset pada perusahaan. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami mengenai prinsip, tujuan, kebijakan, dan implementasi dari pemanfaatan asset management yang efektif serta efisien.
Sementara itu, pemateri yang dihadirkan adalah Dr. Wisudanto; Dra. Yustrida Bernawati; Dr. Ardianto, dan Erwin Setyabudi. Dr. Ardianto merupakan Direktur Keuangan UNAIR, Erwin Setyabudi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Surabaya, dan dua lainnya adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR.
鈥淗arapannya, usai mengikuti kegiatan itu, setiap peserta mampu melakukan pengelolaan aset dengan baik,鈥 tutur Kessa. (*)
Penulis: Siti Mufaidah
Editor: Feri Fenoria Rifai





