东京热

东京热 Official Website

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Menjadi Penutup Environment Festival 2019

MAN 1 KEDIRI menyampaikan hasil penelitian mengenai jantung pisang dan dipresentasikan pada sabtu (02/11) di Fakultas Farmasi UNAIR (Foto : Aulya Mayang)
MAN 1 KEDIRI menyampaikan hasil penelitian mengenai jantung pisang dan dipresentasikan pada sabtu (02/11) di Fakultas Farmasi UNAIR (Foto : Aulya Mayang)

UNAIR NEWS 鈥 Environtment Festival (EFEST) 2019 merupakan event tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) 东京热. Pada pelaksanaan tahun ini tema yang dibawakan berupa 鈥楥limate Change鈥 sebagai upaya mengurangi perubahan iklim di Indonesia.

EFEST sendiri memiliki empat rangkaian kegiatan mulai dari Focus Group Discussion, Sharing Session, International Organization for Standardization (ISO) Training, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat SMA. EFEST juga bekerja sama dengan beberapa lembaga maupun organisasi seperti Earth Hour Surabaya, Seasoldier Surabaya, Ecoton, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, dan Robere & Associates Indonesia.

LKTIN menjadi acara terakhir sekaligus penutup dari serangkaian acara EFEST 2019. 鈥Strategy and inovation to build sustainable cities to reduce the inpact of climate change鈥 menjadi tema perlombaan yang di usung pada acara tersebut.

Pada tahap pertama peserta diharuskan mengumpulkan abstrak dari penelitian yang telah dibuat. Lalu peserta yang lolos pada tahap pertama harus mengumpulkan full paper sebagai syarat untuk menjadi finalis LKTIN.

鈥淪etelah dilakukan beberapa seleksi, terpilihlah sembilan tim yang berhasil lolos menjadi finalis LKTIN untuk mempresentasikan penelitiannya ke depan para juri yang sudah ahli di bidangnya,鈥 ungkap Janjang Adzam selaku koordinator lapangan.

Final LKTIN digelar pada Sabtu (2/11/2019) di Fakultas Farmasi UNAIR. Para finalis menjelaskan kelebihan dari setiap produk sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. 鈥淎da yang membawa konsep Future Green Building, Aplikasi untuk solusi pengolahan limbah, ada juga yang membuat kompor portable menggunakan bahan bakar,鈥 katanya.

Setelah dilakukan penilaian oleh para juri, SMA Negeri 1 Pasuruan berhasil mendapatkan juara I dan II. Sementara juara II di dapatkan oleh MAN 1 Kediri. Pemberian penghargaan diberikan dalam acara Science Technology Competition Award di Hall Airlangga Convention Center (ACC) pada Minggu (3/11/2019) bersama dengan beberapa perlombaan yang diadakan oleh beberapa Himpunan Mahasiswa di FST.

鈥淵ang kami harapkan dari beberapa acara ini adalah memberikan kebermanfaatan untuk banyak orang dan menjadi langkah kecil kami dalam upaya melestarikan lingkungan,鈥 pungkasnya. (*)

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa鈥檌

AKSES CEPAT