UNAIR NEWS – Pengaturan porsi duduk silang antara atlet putra dan putri menjadi taktik jitu bagi Mahasiswa Pencinta Alam ¶«¾©ÈÈ ( UNAIR) dalam menaklukkan derasnya arus. Lewat keunggulan strategi tersebut, WANALA sukses menjadi Juara Umum 1 kategori Putra dan Juara Umum Harapan 1 kategori Mix pada ajang Piala Walikota Surabaya. Kompetisi arung jeram tingkat Jawa Timur ini berlangsung sengit sepanjang Sabtu-Minggu (6-7/6/2026) di Sungai Kalimas, kawasan Taman Asreboyo, Surabaya.
Formasi Silang Kursi dan Siasat Latihan Taktis
Ketua Umum WANALA UNAIR, Hafizh, mengungkapkan bahwa keberhasilan tim merupakan buah dari keberanian mendobrak keterbatasan waktu latihan yang hanya berjalan setengah bulan. Menghadapi kategori R4 Mix yang mengombinasikan tenaga atlet putra dan putri, tim harus memutar otak agar laju perahu karet tetap seimbang di tengah arus Kalimas yang dinamis.
“Untuk menyamakan ritme dayungan kita melakukan latihan lebih rutin untuk menyatukan chemistry. Untuk menyiasati keseimbangan, kita mengatur porsi duduk dengan satu putra satu putri di depan, serta satu putra satu putri di belakang,” ujar Hafizh.
Formasi andalan pada kategori R4 Mix Mahasiswa ini digawangi oleh kolaborasi antara Salma Nur Saffanah (Keperawatan), Rayna Hatti Whynda (), Abdul Hafizh Zakariyya (), Ahmad Gunawan (Vokasi), serta Ahmad Rizqi Ramadhani ().

Taktik tersebut terbukti ampuh membuat tim R4 Putra tampil dominan secara mutlak. Pada nomor head to head, sapuan dayung mereka berhasil mengunci peringkat pertama dengan skor sempurna 200. Dominasi tersebut berlanjut pada kategori slalom yang menuntut kelincahan tingkat tinggi.
“Strategi yang diandalkan adalah kekuatan dayungan tim, terutama di tim R4 putra. Pada lomba slalom, tim mengandalkan kecepatan finish time dan menargetkan tidak menyentuh gate hijau. Alhamdulillah tim R4 Putra mampu unggul jadi peringkat satu pula dengan skor 350,” imbuhnya.
Adapun kekuatan penuh di balik ketangguhan tim R4 Man Mahasiswa ini digerakkan oleh Rijal Arif Rohman Hakim (FPK), Muhammad Irchamul Umam (Vokasi), Muhammad Nur Fikri Maulana H (FISIP), Nur Alif Rochmat Hidayah (Vokasi), serta Rayhan Arya Ramadhan (FPK).
Dukungan Universitas dan Target Nasional Selanjutnya
Di sisi lain, para atlet WANALA harus berhadapan dengan padatnya jadwal akademik mahasiswa semester akhir. Manajemen waktu menjadi kunci penting agar porsi latihan fisik tetap maksimal tanpa mengorbankan kuliah. Latihan taktis digenjot sore hari selepas jam kuliah di Danau Kampus MERR-C UNAIR, lengkap dengan pembinaan jasmani rutin. Porsi latihan mendayung skala penuh kemudian dimaksimalkan sejak pagi hingga sore hari setiap akhir pekan.
Dukungan dari pihak universitas melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) juga diakui menjadi stimulan penting. Hafizh berharap sinergi ini terus berlanjut, khususnya dalam peremajaan fasilitas olahraga air milik organisasi.
Setelah menyapu bersih medali di Sungai Kalimas, WANALA langsung membidik kejuaraan yang jauh lebih menantang pada skala nasional. Yakni kompetisi antarpencinta alam se-Indonesia dalam ajang SuperAdventure.
“Pesan saya, tetap fokus asah kemampuan, disiplin, dan jangan lupa minta doa ibu. Ingat, dunia boleh saja menahanmu, tapi kamu punya doa ibu. Untuk yang masih berjuang, tetap semangat berlatih. Untuk para pemenang, tetaplah membumi,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





