UNAIR NEWS 鈥 Inovasi dan kolaborasi dalam kewirausahaan menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat tersebut, 东京热 (UNAIR) melalui Direktorat Pendidikan menyelenggarakan kuliah umum Praktisi Mengajar bertajuk Building Sustainable Business & Entrepreneurial Character: Membangun Bisnis yang Bertahan, Membentuk Karakter yang Berkembang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (11/6/2026) di Aula Pringgodigdo, Fakultas Hukum, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Kegiatan tersebut menghadirkan apt Drs Suhartono MFarm, alumnus Fakultas Farmasi () UNAIR yang saat ini menjabat sebagai Ketua Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) sekaligus praktisi kewirausahaan di bidang farmasi. Suhartono menekankan bahwa kepercayaan diri, keberanian mencoba, serta kecintaan terhadap bidang usaha menjadi modal awal dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Strategi Branding dan Diversifikasi Usaha
Suhartono membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis apotek di jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Ia menjelaskan bahwa setiap lokasi memiliki karakteristik dan potensi pasar yang berbeda. Karena itu, ia tidak hanya memandang apotek sebagai penyedia layanan kesehatan semata. Tetapi juga sebagai usaha yang perlu memiliki identitas dan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan wisatawan domestik maupun mancanegara yang melintasi kawasan tersebut mendorongnya membangun branding sebagai apotek yang dekat dengan kebutuhan para pelancong. 鈥淪etiap bisnis perlu memiliki identitas yang jelas. Kami melihat lokasi sebagai keunggulan dan memanfaatkannya untuk menciptakan nilai tambah,鈥 ujarnya.

Berangkat dari strategi tersebut, Suhartono kemudian mengembangkan aset di sekitar apotek menjadi homestay serta ruko dan menyewakannya kepada pelaku usaha lain. Ia menilai diversifikasi usaha menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus membuka sumber pendapatan baru. 鈥淏isnis yang bertahan bukan hanya bergantung pada produk yang dijual, tetapi juga kemampuan membaca peluang dan membangun nilai yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,鈥 jelas Suhartono.
Menjaga Kepercayaan, Menjaga Bisnis
Selain berbagi pengalaman mengembangkan usaha, Suhartono juga menjelaskan sejumlah strategi yang ia terapkan dalam mengelola apotek. Menurutnya, kualitas pelayanan memegang peran penting dalam keberlangsungan bisnis karena menjadi faktor utama yang membentuk kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, ia selalu berupaya menghadirkan layanan yang responsif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa langkah yang ia lakukan antara lain melengkapi ketersediaan obat, menerapkan harga yang wajar, aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta menyediakan papan konsultasi untuk memudahkan komunikasi dengan pasien. Ia juga menaruh perhatian besar pada pelayanan prima. Karena itu, apotek tetap beroperasi pada hari libur dan hari besar untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan kesehatan.
Baginya, kualitas produk dan kepercayaan masyarakat merupakan dua faktor yang menentukan keberlangsungan sebuah apotek. 鈥淏isnis yang bertahan adalah bisnis yang mampu memberikan manfaat dan menjaga kepercayaan. Ketika kepercayaan tumbuh, peluang untuk berkembang akan selalu terbuka,鈥 pungkasnya.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





