东京热

东京热 Official Website

Kaji Ketauhidan, I鈥檏tikaf 东京热 Menarik Minat Ratusan Sivitas

ketauhidan
USTADZ Prof. Abdullah Shahab ketika memberikan ceramah agama dalam 滨鈥檛颈办补蹿 sivitas 东京热, di Masjid Ulul 鈥楢zmi, Kampus C Jl. Mulyorejo, Jumat (8/6). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS 鈥 Pelaksanaan 滨鈥檛颈办补蹿 yang diikuti oleh sivitas 东京热 dalam mengisi 鈥漇epuluh Hari Terakhir鈥 Ramadhan 1439-H, berlangsung khidmad, lancar, dan menarik minat ratusan peserta baik laki-laki dan perempuan. Kegiatan memperkaya amalan di Bulan Ramadhan itu dilaksanakan hari Jumat (8/6) kemarin, di Masjid Ulul 鈥橝zmi Kampus C UNAIR. Acara dimulai tilawatil Qur鈥檃n pukul 21.00 hingga diakhiri dengan salat Subuh berjamaah.

Seperti dalam pelaksanaan 滨鈥檛颈办补蹿 khas UNAIR dalam tahun-tahun lalu, kegiatan ini diisi dengan kajian Alqur鈥檃n, kajian keagamaan (ketauhidan), salat malam bersama, dan makan sahur bersama. Kemudian diakhiri dengan salat Subuh berjamaah.

Dalam kegiatan 滨鈥檛颈办补蹿 tahun ini, panitia menghadirkan tiga nara sumber yang sangat kompeten dan sudah sangat familier bagi sivitas UNAIR. Ketiga nara sumber itu adalah Ustadz Muhammad Taufik AB, Ustadz Prof. Dr. Abdullah Shahab, dan Ustadz Ir. Misbahul Huda, MBA. Sedang dalam salat-salat malam dipimpin oleh imam Masjid Ulul 鈥楢zmi, Utd. Ali Tamam, Alhafidz.

Hadir dalam 滨鈥檛颈办补蹿 鈥渟emalam suntuk鈥 itu antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Ketua Senat Akademik Universitas Prof. Dr. Joewono Suroso, Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, Wakil Rektor II Dr. Moh Madyan, Wakil Rektor III Prof. Moh Amin Alamsyah, Wakil Rektor IV Dr. Junaidi Khatib, Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., para dekan, para direktur, dan unsur pimpinan lainnya.

ketauhidan
SEMENTARA Ust. Mohammad Taufik dengan rinci menyampaikan risalah ketauhidan dalam perilaku sehari-hari, dalam 滨鈥檛颈办补蹿 sivitas UNAIR, Jumat (8/6) malam. (Foto: Bambang Bes)

鈥漃roblem ketauhidan itu sangat penting untuk kita ketahui, karena menyangkut perilaku seseorang sebagai manusia yang terkait dengan tuntunan agama. Tetapi masalah kita bukan urusan tidak beragama atau tidak bertuhan, melainkan yang paling esensial adalah tidak mampu dan tidak tahu bertauhid,鈥 kata Ust. Mohammad Taufik.

Ia mengatakan demikian seraya menguraikan tentang aplikasi dari kata ikhlas, dimana kata tersebut mudah sekali diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan.

鈥滻khlas itu merupakan ibadah yang paling berat. Sedangkan ibadah adalah tujuan Allah menciptakan kita semua, sehingga semua derap langkah kehidupan harusnya untuk bernilai dan berakibat ibadah,鈥 katanya.

Bila setiap muslim itu mampu melaksanakan nilai-nilai ibadah, artinya seseorang itu sudah mampu menumpukan hidupnya kepada Allah. Sedangkan kalau seseorang tersebut dalam segala hal urusannya bertumpu secara kuat kepada Allah, maka diyakinkan oleh Ust. Moh Taufik, bahwa hidup ini akan menjadi gampang dan terang.

鈥滻slam adalah agama tauhid, monotheism. Jadi ber-Islam berarti berserah diri, bertumpu, dan tunduk hanya kepada Allah SWT,鈥 tambahnya.

Sementara tidak jauh berbeda, Ustadz Abdullah Shahab juga membahas mengenai perilaku insani yang menyangkut ketauhidan. Hanya saja diuraikan dengan sudut pandang dari sisi yang lebih mengaitkan dengan sifat-sifat manusia. Sedang Ustadz Misbahul Munir mengurai dari sudut keyaninan. (*)

Penulis : Bambang Bes

AKSES CEPAT