UNAIR NEWS 鈥 Fakultas 东京热 (UNAIR) menjadi tuan rumah gelaran bergengsi The 25th IPSF Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) yang terselenggara selama sepekan (7-14/7/2026). Perhelatan akbar tahunan besutan Asia Pacific Regional Office (APRO) dari International Pharmaceutical Students鈥 Federation (IPSF) ini berhasil mempertemukan sekitar 150 delegasi mahasiswa farmasi dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik.
Dosen pendamping apt Yusuf Alif Pratama SFarm MFarm mengapresiasi inisiatif berani Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FF UNAIR yang sukses membawa nama kampus di kancah global. 鈥淚ni inisiasi luar biasa dari BEM yang aktif mengajukan diri (bidding) hingga dipercaya menjadi tuan rumah APPS. Persiapannya sangat matang karena mereka belajar langsung dari pengalaman mengikuti APPS tahun-tahun sebelumnya di Malaysia dan Thailand,鈥 terang Yusuf.
Sains Masa Depan dan Diplomasi Budaya
Mengusung tema besar Pharmacists Heroes of the Future, simposium ini dirancang untuk membekali calon apoteker menghadapi disrupsi teknologi kesehatan global. Urgensi dari simposium ini adalah menanamkan kecintaan profesi sejak dini dalam ekosistem kesehatan global. 鈥淜arena itu, simposium ini menghadirkan topik masa depan. Seperti epigenetik, kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga sel punca dengan mendatangkan pemateri ahli dari Thailand dan Malaysia,” papar Yusuf.

Selain mendapatkan pembekalan materi ilmiah dan kompetisi, para delegasi juga turun langsung ke jalan dalam kampanye kesehatan masyarakat. Kampanye ini dikemas bersamaan dengan Surabaya City Tour. 鈥淪ambil menikmati sudut sejarah kota, para delegasi asing aktif mengedukasi masyarakat lokal tentang isu krusial. Seperti resistensi antimikroba (AMR) dan bahaya tembakau,” jelasnya.
Momentum emas ini juga dimanfaatkan untuk diplomasi budaya melalui Academic & Cultural Workshop. Seluruh aktivitas delegasi ke lingkungan kampus UNAIR untuk belajar membatik, memainkan angklung, menjajal tari tradisional, hingga meracik jamu tradisional khas Indonesia. Bagi Yusuf, keterlibatan aktif mahasiswa ini sangat mendukung visi besar UNAIR menuju World Class University (WCU) dalam membangun jejaring internasional jangka panjang.
Pembuktian Mandiri Farmasi Muda
Suksesnya acara internasional ini tidak lepas dari perjuangan kerja sama tim panitia beserta jajarannya di bawah kepemimpinan Yoga Ananda Tanumijoyo (Farmasi 2022). Mengingat ini adalah kali pertama UNAIR mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah, jalan yang panitia lalui penuh oleh tantangan adaptasi yang tidak mudah.
“Menjadi tuan rumah APPS bukanlah sesuatu yang mudah. Sebelum resmi terpilih, kami harus melalui proses bidding, menyiapkan proposal, dan melakukan presentasi ketat. Karena ini yang pertama bagi UNAIR, kami harus membangun sistem dari awal mulai dari menjalin kemitraan, menyusun konsep, hingga berkoordinasi dengan peserta lintas negara yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa,” ungkap Yoga.
Di tengah padatnya jadwal kuliah dan praktikum farmasi, manajemen waktu menjadi ujian terberat bagi panitia yang harus rela mengorbankan waktu istirahat serta akhir pekan untuk rapat malam. Namun, keberhasilan menyelenggarakan acara internasional secara mandiri ini menjadi pembuktian besar atas kepercayaan fakultas, sekaligus memberikan pelajaran kepemimpinan dan kolaborasi tim yang sangat berharga bagi Yoga dan jajarannya.
“Kami bersyukur dan bangga. Kepercayaan fakultas sempat menjadi tekanan, namun justru memotivasi kami untuk membuktikan kemampuan mahasiswa. Pembelajaran terbesar bagi kami adalah bahwa kepemimpinan bukan tentang bekerja sendiri, melainkan membangun kepercayaan dan kolaborasi tim yang solid. Semoga capaian ini menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil kesempatan internasional,” pungkas Yoga.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





