UNAIR NEWS – Keingintahuan mengasah kemampuan berpikir kritis membawa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 东京热 (FEB UNAIR) berhasil mendapatkan Juara I Engineering Moslem Fair pada Minggu (6/9/2026). Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh UKP Izzati Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Rizqi Alfy Dzikria memaparkan kunci untuk tetap aktif mengikuti kompetisi di tengah kesibukan kuliahnya. Seperti menentukan prioritas dan memilih lomba yang benar-benar sesuai dengan tujuan. Selain itu, mengatur waktu dengan membagi jadwal kuliah, tugas, dan persiapan lomba secara realistis juga menjadi hal yang penting.聽
鈥淟ebih penting lagi harus konsisten dan berani mencoba, karena pengalaman dari setiap perlombaan juga menjadi bagian dari proses berkembang. Jadi, jangan takut kalah. Menang kalah itu biasa dan yang paling utama ada prosesnya,鈥 tegasnya.
Berikan Solusi untuk Kesehatan Mental Mahasiswa
Dalam kompetisi esai ilmiah tersebut, Rizqi mengangkat permasalahan kesehatan mental mahasiswa. Menurutnya, kesehatan mental menjadi persoalan yang tidak terlihat, padahal dapat mengganggu kehidupan akademik dan sosial mahasiswa.
鈥淪aya berangkat dari pertanyaan ketika teknologi semakin mampu membaca pola kehidupan manusia, mengapa belum dimanfaatkan untuk membantu manusia lebih cepat menyadari kondisi dirinya? Kemudian saya rancang ide ini dengan memadukan teknologi yang dekat dengan generasi muda dengan nilai spiritual yang relevan bagi mahasiswa Muslim,鈥 jelasnya.

Ia menyebut bahwa teknologi dapat menjadi sarana deteksi dini, refleksi, dan penghubung menuju bantuan yang tepat dan profesional. Rizqi menggagaskan Inovasi ekosistem kesehatan mental mahasiswa yang mengintegrasikan Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan Augmented Reality dengan pendekatan Qur鈥檃nic Psychological Intervention. Dengan tujuan untuk mendeteksi perubahan kondisi psikologis secara dini dan memberikan dukungan adaptif.聽
鈥淎IoT membaca indikator kesejahteraan. Seperti pola tidur, aktivitas, detak jantung, dan self-check-in secara sukarela, kemudian AI menganalisis perubahan pola untuk menentukan tingkat kebutuhan dukungan. AR selanjutnya memberikan breathing exercise, grounding, dan refleksi berbasis nilai Qur鈥檃ni. Seperti sabar, tawakal, rahmah, dan husnuzan, sementara kondisi berisiko mengarah kepada konselor atau tenaga profesional,鈥 imbuhnya.聽
Langkah Awal Berani Mencoba
Rizqi berpesan bahwa kunci terpenting dalam mengikuti kompetisi adalah jangan terlalu takut dengan kemungkinan gagal. Sebab, tidak ada yang tahu tulisan mana yang menjadi tulisan terbaik. Ia mengaku, bahwa dirinya pun harus mencoba empat kali sebelum berhasil mendapatkan juara ini.
鈥淭ulis, kirim, evaluasi, perbaiki, lalu coba lagi. Ketika saya gagal saya mempertanyakan kemampuan menulis saya, tetapi setiap kali itu juga saya mencoba mencari tahu apa yang kurang dan memperbaikinya. Dari proses itu saya belajar bahwa esai yang kuat dimulai dari masalah yang benar-benar urgent, gagasan yang dapat terimplementasi, solusi yang spesifik, data yang kuat, serta keberanian untuk terus merevisi tulisan,鈥 ungkapnya.聽
Penulis: Putri Andini
Editor: Yulia Rohmawati





