¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Hydrogel-forming Microneedles (HFMN) untuk injeksi Ropivacaine sebagai obat nyeri pasca-operasi 

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Prosedur bedah merupakan intervensi perawatan kesehatan yang secara signifikan telah mengurangi risiko kematian dan kecacatan bagi jutaan pasien di seluruh dunia setiap tahunnya. Diperkirakan sekitar 313 juta prosedur bedah dilakukan secara global setiap tahunnya, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2030. Meskipun banyak prosedur bedah memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, nyeri pascaoperasi menjadi tantangan utama. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri tersebut dapat berkembang menjadi nyeri kronis, dimana sekitar 20–30% pasien yang menjalani operasi mengalami nyeri kronis selama 6 hingga 12 bulan. Strategi pereda nyeri konvensional umumnya melibatkan metode pemberian obat injeksi, yang mana bersifat invasif, membutuhkan tenaga medis terlatih, dan menimbulkan risiko seperti infeksi dan kerusakan jaringan.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Tim peneliti dari Fakultas Farmasi ¶«¾©ÈÈ bekerja sama dengan peneliti dari Qieen’s University, Belfast dan Daewoong Pharmaceutical Co. Ltd., Korea mengembangkan sistem sediaan transdermal untuk penghantaran anestesi lokal Ropivacaine (ROP) menggunakan Hydrogel-forming Microneedles (HFMN) yang dikombinasikan dengan Tablet sebagai reservoir obat. HFMN dibuat dengan menggunakan dua jenis polimer berbeda, yakni Gantrez® S-97 dan PVA–PVP, masing-masing dipasangkan dengan tablet yang dibuat melalui kompresi langsung (DCT) atau liofilisasi (LYO). Hasil pengujian menunjukkan bahwa jenis polimer berbeda akan menghasilkan kekuatan mekanik microneedle dan daya penetrasi yang berbeda, dimana PVA-PVP lebih unggul  dibandingkan Gantrez® S-97. Penggunaan PVP-PVA juga menghasilkan kadar ROP tertinggi, lebih dari 12 mg ROP, pada studi permeasi in vitro menggunakan membran kulit babi. Hasil ini dikaitkan dengan kinerja mekanik yang kuat dan struktur berpori dari tablet liofilisasi, yang memfasilitasi penyerapan cairan untuk proses pelarutan obat yang cepat. Pengujian in vivo pada model tikus nyeri pascaoperasi menunjukkan bahwa MN2-LYO memberikan efek analgesia yang bekerja lebih cepat dibandingkan dengan MN1-LYO, mencapai nilai % maximum possible effect (MPE) melebihi 50% dalam satu jam pertama dan efeknya bertahan hingga 72 jam. Lebih lanjut, baik MN1-LYO maupun MN2-LYO secara signifikan mengurangi sitokin inflamasi IL-6 dan TNF-α. Hasil penelitian ini mendukung potensi HFMN untuk penghantaran ROP sebagai alternatif bagi pasien dengan efektivitas untuk injeksi anestesi pascaoperasi yang berkepanjangan.

Penulis: Andang Miatmoko, Ph.D., Apt.

Referensi :

Miatmoko, A., Anjani, Q. K., Octavia, R. T., Porfiryeva, N., Annuryanti, F., Kim, G. Y., Heo, J. Y., Yoon, G., Choi, A., & Donnelly, R. F. (2026). Transdermal ropivacaine delivery via hydrogel-forming microneedles: A pain-free alternative for local anaesthesia. Drug delivery and translational research, 10.1007/s13346-026-02136-3. Advance online publication.

AKSES CEPAT