东京热

东京热 Official Website

Gagas Ide Pertumbuhan Koperasi, Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 1 Kompetisi Essay Nasional

Anindya Zada Zahrani bersama Fadlan Abdulgani meraih juara 1 pada Lomba Essay Gebyar Koperasi 2026. (Foto: Istimewa)
Anindya Zada Zahrani bersama Fadlan Abdulgani meraih juara 1 pada Lomba Essay Gebyar Koperasi 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 东京热 (UNAIR) berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Essay Gebyar Koperasi 2026. Kompetisi itu diselenggarakan langsung oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Anindya Zada Zahrani mahasiswa akuntansi berkolaborasi dengan Fadlan Abdulgani mahasiswa ilmu ekonomi dalam mengikuti perlombaan ini. 

Keduanya aktif berkecimpung di Kelompok Studi Perkoperasian Mahasiswa (KOPSI) FEB UNAIR. Latar belakang yang relevan membuat mereka memiliki modal penting dalam menggarap kompetisi ini.

鈥淜arena acara tersebut mengangkat permasalahan koperasi mahasiswa, di mana aku dan Fadlan juga merupakan bagian dari koperasi mahasiswa FEB, sehingga kami merasa cocok dengan tema yang akan kami bawa,鈥 ujar Anindya.

Dalam esai yang mereka susun, gagasan utama yang diangkat bernama SEKATA (Sertifikasi, Kualitas, dan Tata Kelola Bersama), sebuah model layanan bersama berbasis koperasi mahasiswa. konsep ini merancang koperasi sebagai fasilitator mahasiswa. Para pelaku usaha dalam lingkup mahasiswa mendapat beberapa fasilitas meliputi mengakses sertifikasi dan legalitas usaha, melakukan pengadaan bahan baku kolektif, hingga menyediakan fasilitas produksi bersama.

Gagasan ini lahir dari pengamatan langsung terhadap kondisi kewirausahaan mahasiswa di kampus, terutama dalam pelaksanaan program Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) yang berusaha meningkatkan wirausaha civitas UNAIR. Banyak inovasi bisnis muncul namun eksekusinya masih kurang.

鈥淜ami melihat cukup banyak inovasi dan usaha mahasiswa yang muncul, tetapi setelah programnya (PDB) selesai, sebagian masih kesulitan untuk melanjutkan dan mengembangkannya,鈥 tambahnya.

Dari pengamatan lapangan, akhirnya munculah benar merah adanya kesenjangan dalam menghasilkan inovasi produk dengan kemampuan mempertahankan usaha. Celah masalah ini lah yang coba mereka jawab melalui SEKATA.

Gagasan SEKATA tidak berhenti sebagai hasil karya tulis semata. Anindya dan Fadlan telah menyusun langkah konkret untuk menindaklanjuti dan mengembangkan gagasan ini bersama pihak fakultas hingga universitas.

鈥淜ami berencana mendiskusikan SEKATA dengan KOPSI FEB UNAIR terlebih dahulu untuk mendapatkan masukan lebih lanjut. Apabila memungkinkan, kami akan membawa gagasan ini ke pihak universitas,鈥 paparnya.

Prestasi dua mahasiswa FEB UNAIR itu menambah daftar capaian universitas di kancah kompetisi nasional. Kolaborasi lintas program studi turut memperkaya sudut pandangan penulisan dalam esai yang mereka susun. Hal ini membuktikan bahwa pengamatan terhadap persoalan riil di lingkungan kampus mampu menjadi sumber gagasan solutif untuk diterapkan.

Penulis: Qurrota A鈥檡uni Latifa

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT