东京热

Pemotongan pita oleh Dekan FKH UNAIR, Bupati Lamongan, dan Wakil Bupati Lamongan saat peresmian tugu desa binaan Klagensrampat pada Rabu (30/9/2026). (Foto : FKH UNAIR)

FKH UNAIR dan Pemkab Lamongan Resmikan Desa Binaan Klagensrampat

23 Views鈥�3 minutes read

UNAIR NEWS 鈥� Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 东京热 (UNAIR) bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan meresmikan Desa Binaan Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Rabu (30/9/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti pada tugu Desa Klagensrampat sebagai simbol kolaborasi dan komitmen pemberdayaan masyarakat yang akan dikembangkan secara berkelanjutan.

Dekan FKH UNAIR Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes mengatakan, program desa binaan menjadi salah satu upaya FKH UNAIR dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program tersebut, FKH UNAIR tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berkomitmen melakukan pendampingan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.

鈥淚ni merupakan salah satu agenda FKH untuk mewujudkan Tri Dharma yang berdampak bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,鈥� tuturnya saat peresmian tugu Desa Klagensrampat.

Pada tahap awal program, FKH UNAIR menyalurkan sebanyak 220 paket bebek kepada kelompok binaan di Desa Klagensrampat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi peternakan sekaligus penguatan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Prof Lilik menambahkan, FKH UNAIR akan memberikan pendampingan kepada masyarakat selama dua tahun ke depan. Harapannya, pendampingan tersebut dapat membantu kelompok binaan dalam mengembangkan usaha peternakan serta meningkatkan manfaat ekonomi yang masyarakat rasakan.

鈥淗arapannya, ini dapat meningkatkan kemandirian ekonomi di Lamongan. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mempercepat dampak nyata bagi masyarakat,鈥� jelasnya.

Program desa binaan tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan desa binaan FKH UNAIR di sejumlah wilayah. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Bojonegoro. Pada tahun ini, FKH UNAIR menargetkan pengembangan program di 13 desa binaan. 鈥淜ami berharap Desa Klagensrampat juga dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,鈥� imbuh Prof Lilik.

Dorong Lamongan sebagai Lumbung Protein

Bupati Lamongan Dr H Yuhronur Efendi MBA MEk menyambut baik kolaborasi antara FKH UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui pembentukan Desa Binaan Klagensrampat. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Lamongan dalam mengembangkan potensi pangan dan peternakan di wilayahnya.

鈥淜ami menyambut baik dan senang sekali ada desa binaan dari FKH UNAIR. Ini akan kami jadikan model untuk desa-desa lain,鈥� ujarnya saat peresmian.

Ia mengatakan, pengembangan peternakan melalui desa binaan turut mendukung semangat Lamongan untuk tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga lumbung protein dan lumbung ternak.

鈥淚ni adalah momen bersejarah bagi Kabupaten Lamongan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi Kabupaten Lamongan,鈥� ungkapnya.

Warga Terlibat Langsung dalam Pengelolaan Ternak

Kolaborasi tersebut turut melibatkan masyarakat Desa Klagensrampat melalui kelompok peternak yang akan mengelola bantuan bebek. Salah satunya adalah Priatin, warga Desa Klagensrampat yang bertugas sebagai perawat peternakan bebek.

Priatin, salah satu warga yang merawat bebek di peternakan Desa Klagensrampat binaan FKH UNAIR. (Foto : PHMP UNAIR)

Priatin merupakan salah satu dari 10 anggota kelompok peternak yang terlibat dalam pengelolaan ternak. Peternakan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di atas tanah milik BUMDes. Sementara itu, pengelolaan ternak oleh kelompok peternak dengan sistem bagi hasil bersama BUMDes.

Priatin sendiri telah memiliki pengalaman dalam beternak bebek dan ayam sebelum bergabung dalam kelompok tersebut. Ia berharap program Desa Binaan Klagensrampat dapat meningkatkan hasil peternakan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

鈥淪emoga ke depan hasil ternak bebek semakin meningkat, sehingga perekonomian warga juga ikut meningkat,鈥� harapnya.

Melalui sinergi antara FKH UNAIR, Pemerintah Kabupaten Lamongan, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok masyarakat, Desa Binaan Klagensrampat nantinya menjadi ruang kolaborasi yang mampu mengembangkan potensi peternakan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Editor: Ragil Kukuh Imanto

东京热
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click .