UNAIR NEWS – Titik paling membahagiakan dalam hidup seorang ibu adalah saat dirinya mengandung dan menantikan kehadiran buah hati. Namun, bagi sebagian ibu hamil yang mengidap HIV kebahagiaan tersebut kerap tergantikan dengan ketakutan, rasa cemas, bahkan tekanan psikologis akibat stigma sosial yang ada di masyarakat.聽Fenomena tersebut menjadi diskursus pada kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) melalui webinar bertajuk HIV dan Kehamilan yang terselenggara oleh Program Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi 东京热 (UNAIR) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
Kegiatan聽 yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) via Zoom Meeting tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan penularan HIV/AIDS. Khususnya pada ibu hamil dan bayi secara komprehensif.聽
Akademisi FK, Dr Lestari Sudaryanti dr MKes memaparkan bahwa dukungan psikososial dan peran keluarga menjadi komponen penting guna meningkatkan kepatuhan terapi HIV pada ibu hamil. Menurutnya, hal tersebut turut berperan dalam meminimalisir risiko stres, kecemasan, dan depresi selama kehamilan.
Pendekatan Family Centered Care
Lebih lanjut, Lestari menyoroti bahwa faktor keterlibatan keluarga melalui pendekatan Family Centered Care merupakan bagian penting dari proses perawatan dan pengambilan keputusan kesehatan ibu. Keterlibatan tersebut mencakup prinsip kemitraan antara tenaga kesehatan dan keluarga, pemberdayaan keluarga, dukungan emosional dan sosial, serta pengambilan keputusan bersama yang relevan dengan preferensi ibu.
Pendekatan Family Centered Care yang bertujuan untuk memberdayakan keluarga sebagai sistem pendukung utama. 鈥淒ukungan keluarga pada ibu hamil dengan HIV sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan, kesehatan mental ibu, dan pencegahan penularan HIV kepada bayi,鈥 ungkapnya.
Lebih lanjut, menempatkan ibu sebagai pusat pengambilan keputusan (Person Centered Care) turut mewujudkan upaya ideal guna meningkatkan kepatuhan terapi Antiretroviral (ARV), kesejahteraan psikologis ibu, serta keberhasilan pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi.
Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan
Lestari menuturkan bahwa sasaran dari kegiatan pengmas tersebut yakni dokter dan tenaga kesehatan di jejaring Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik serta masyarakat umum. Peningkatan pemahaman mengenai penanganan ibu hamil dengan HIV menjadi perhatian utama guna membangun lingkungan pelayanan kesehatan yang inklusif, bebas stigma, dan berorientasi pada pemulihan pasien.
Oleh karena itu, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi FK UNAIR berharap bahwa kegiatan pengmas tersebut dapat memberikan pemahaman terkait peran keluarga yang suportif dan dukungan psikososial. Sehingga mampu berkontribusi secara nyata baik di lingkup masyarakat maupun universitas dalam memperkuat peran pengembangan kesehatan reproduksi di tingkat nasional.
Penulis: Amelia Farah P I
Editor: Yulia Rohmawati





