Surabaya 鈥 Kekayaan biodiversitas Borneo menyimpan berbagai jenis ikan yang tidak ditemukan di wilayah lain. Hal tersebut menjadi sorotan dalam International Conference of Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 东京热 (UNAIR) pada Rabu (2/9/2026). Dr. Tan Hoek Hui dari National University of Singapore hadir sebagai keynote speaker dengan materi Endemic Inland Fishes of Borneo.
Mengungkap Keunikan Ikan Endemik Borneo
Dalam pemaparannya, Dr. Tan Hoek Hui menjelaskan tingginya keunikan biodiversitas perairan Borneo. Lebih dari 50 persen ikan yang menjadi perhatian dalam kajiannya merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di kawasan tersebut. Kondisi ini menjadikan Borneo sebagai wilayah penting dalam penelitian dan konservasi biodiversitas perairan darat.
Keberadaan spesies dengan persebaran terbatas juga membuat ikan endemik lebih rentan terhadap perubahan habitat. Kerusakan pada ekosistem perairan dapat memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan populasi yang tidak memiliki wilayah persebaran luas.
鈥淏iodiversitas Borneo memiliki keunikan yang luar biasa karena banyak ikan endemik hanya dapat ditemukan di kawasan ini. Karena itu, menjaga habitatnya menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan keanekaragaman hayati,鈥 jelas Dr. Tan Hoek Hui.
Berbagai Ancaman terhadap Ekosistem Perairan
Dr. Tan Hoek Hui turut menyoroti sejumlah tekanan terhadap ekosistem Borneo, mulai dari aktivitas pertambangan batu bara (coal mining), penebangan hutan (logging), kebakaran hutan (forest fire), hingga praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing practices).
Berbagai aktivitas tersebut dapat mengubah kualitas habitat dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Bagi ikan endemik, kerusakan habitat menjadi persoalan serius karena keterbatasan wilayah persebaran membuat kemampuan spesies untuk berpindah ke habitat lain turut terbatas.
鈥淯paya konservasi perlu terus diperkuat untuk memastikan biodiversitas Borneo tetap terjaga. Pengetahuan mengenai ikan endemik menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan langkah perlindungan yang tepat,鈥 tambahnya.
Riset dan Kolaborasi untuk Konservasi
Pembahasan dalam INCOFIMS 2026 menunjukkan bahwa konservasi membutuhkan dukungan penelitian dan kolaborasi berbagai pihak. Pengetahuan mengenai biodiversitas, kondisi habitat, serta berbagai ancaman terhadap ekosistem dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan perhatian terhadap konservasi ekosistem perairan dan biodiversitas. Upaya tersebut juga mendukung SDG 13 (Climate Action) dalam menghadapi tekanan perubahan lingkungan serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pertukaran pengetahuan dan jejaring akademik internasional.
Penulis:Farrel Bhanu M
Penyunting: TPA





