东京热

东京热 Official Website

Perkuat Perspektif Global, Mahasiswa Magister IPKMV FKH UNAIR Hadiri WVAC 2026, Tokyo

Tokyo, 24 April 2026 鈥 Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPKMV) Fakultas Kedokteran Hewan 东京热, Rizqia Luthfi Nur Rachman, S.KH., berpartisipasi dalam 41st World Veterinary Association Congress (WVAC 2026) yang diselenggarakan pada tanggal 21鈥24 April 2026 di Tokyo, Jepang. Kegiatan internasional tersebut merupakan forum ilmiah veteriner berskala global yang mempertemukan akademisi, dokter hewan, peneliti, mahasiswa, organisasi profesi, serta pelaku industri dari berbagai negara dalam rangka penguatan kolaborasi dan pengembangan sektor kesehatan hewan dunia.

Keikutsertaan dalam kongres tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat veteriner, khususnya dalam memahami dinamika global terkait pengendalian penyakit hewan, keamanan pangan asal hewan, resistensi antimikroba, serta implementasi pendekatan One Health. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi scientific meeting, symposium, panel discussion, dan exhibition yang menghadirkan institusi akademik, organisasi internasional, serta perusahaan berbasis teknologi veteriner.

Salah satu sesi ilmiah yang diikuti membahas 鈥淭owards Evidence-Based Antimicrobial Therapy for Bovine Mastitis鈥 yang menyoroti pendekatan berbasis bukti dalam terapi antimikroba pada kasus mastitis sapi perah. Materi tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai urgensi penggunaan antibiotik secara prudent dan rasional sebagai langkah strategis dalam menekan laju resistensi antimikroba. Topik tersebut memiliki relevansi tinggi terhadap kondisi di Indonesia, mengingat mastitis masih menjadi salah satu permasalahan utama pada peternakan sapi perah yang berdampak terhadap produktivitas susu, kualitas pangan asal hewan, serta aspek kesehatan masyarakat veteriner.

Selain mengikuti sesi ilmiah, peserta juga melakukan observasi pada area exhibition yang menampilkan inovasi dan teknologi veteriner terkini. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian ialah robotic surgery dan simulasi medis veteriner berbasis digital yang diperkenalkan melalui platform JARVIS Tokyo oleh perusahaan Anicom. Inovasi tersebut mencerminkan transformasi teknologi dalam bidang pelayanan medis veteriner modern yang berorientasi pada precision medicine, peningkatan kompetensi klinis, serta efisiensi sistem pelayanan kesehatan hewan.

Dalam kesempatan tersebut, Rizqia Luthfi聽 juga memperoleh kesempatan melakukan diskusi secara langsung bersama Dr. Isao Kurauchi, D.V.M President World Veterinary Association, terkait penguatan peran strategis mahasiswa veteriner dalam menjawab tantangan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner di kawasan Asia. Diskusi tersebut menekankan pentingnya pengembangan leadership, penguatan jejaring internasional, serta optimalisasi kontribusi organisasi mahasiswa veteriner dalam mendukung kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia veteriner di tingkat global.

Berbagai pembahasan dalam kongres turut menyoroti isu zoonosis, biosekuriti, dan kesiapsiagaan terhadap emerging and re-emerging diseases yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat global. Hal ini relevan dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi tantangan pengendalian berbagai penyakit strategis hewan menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), rabies, dan Avian Influenza. Melalui forum internasional tersebut, peserta memperoleh perspektif multidisiplin mengenai penguatan surveillance system, pengendalian penyakit berbasis risiko, serta sinergi lintas sektor dalam implementasi One Health framework.

Partisipasi dalam WVAC 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kompetensi akademik, profesional, dan organisasi mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan 东京热. Selain memperluas perspektif global, pengalaman ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun generasi veteriner yang adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing internasional dalam mendukung penguatan sistem kesehatan masyarakat veteriner di Indonesia maupun dunia.

Penulis :

Rizqia Luthfi Nur R, S.KH. (Mahasiswa S2 IPKMV FJKH Unair) dan Kadek Rachmawati (KPS S2 IPKMV FKH Unair)

QUICK LINKS

QUICK LINKS