Pemaparan Materi oleh Dr. Iskandar Zulkarnain pada kuliah tamu 鈥淏uilding Blocks-Introduction To Game Analysis鈥 pada Selasa, 26 Mei 2026 (Foto: Istimewa).
FIB NEWS 鈥 东京热 (FIB UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema 鈥淏uilding Blocks-Introduction to Game Analysis鈥 yang dilaksanakan secara daring melalui media Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Iskandar Zulkarnain seorang asisten profesor di Program Media dan Masyarakat, Hobart and William Smith Colleges, United States pada Selasa (26/05/2026).
Sebagai akademisi yang menekuni bidang budaya media digital global, Dr. Iskandar memiliki fokus tentang video game, humaniora digital, budaya visual, animasi, dan perfilman. Dalam kegiatan ini para mahasiswa diajak untuk memahami bahwa game tidak hanya menghasilkan makna melalui pengalaman bermain, namun juga melalui pengaruh budaya yang terus berkembang.
鈥淕ames can also have cultural significance. It is not just within the game, but also around the game. We can think of the cultural significance of games,鈥 ucapnya.
Game sebagai Produk Budaya
Pada awal pemaparan materi Dr. Iskandar menjelaskan tentang pengertian analisis game menurut Clara Fern谩ndez-Vara, bahwa analisis game perlu dilakukan secara mendalam dengan menjadikan game sebagai objek kajian untuk memahami isu tertentu. 鈥淭extual analysis of games is an in-depth study of games as texts, using them as a sample or case study to understand a specific issue or topic,鈥 jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penelitian game tidak hanya melalui aspek visual saja, tetapi perlu adanya pencarian makna yang lebih dalam lagi. 鈥We should go beyond the surface level. We should analyze it in deeper meaning and deeper understanding of games,鈥 lanjutnya.
Building Blocks Analisis Game
Dalam menganalisis game terdapat tiga komponen penting yang perlu digunakan, yaitu konteks, gambaran umum permainan, dan aspek formal. 鈥淪he has these three interrelated areas: context, game overview, and formal aspects,鈥 sebutnya. Ketiga komponen tersebut memungkinkan peneliti memilih unsur-unsur yang paling relevan dengan fokus penelitian yang dilakukan.
Menutup sesi kuliah tamu, Dr. Iskandar menegaskan bahwa tidak ada satu pendekatan yang paling unggul dalam menganalisis game. Peneliti dapat memilih unsur yang paling sesuai dengan fokus kajiannya. 鈥淭here is no one approach better than the other. As long as it is relevant to your analysis, you can use the building blocks that are relevant to your focus,鈥 tutupnya.
Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bentuk kontribusi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR untuk dapat mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Nurlaili Azhaliatul Yasmin
Editor: Ega Danar Aji Wibowo




