¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Perkuat Daya Saing Global, FH UNAIR Rumuskan Strategi Pengembangan International Undergraduate Program

FH News (09/07/2026) | Fakultas Hukum ¶«¾©ÈÈ (FH UNAIR) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan International Undergraduate Program (IUP) pada Rabu (8/7/2026) di Ruang 305, Gedung A.G. Pringgodigdo, Fakultas Hukum ¶«¾©ÈÈ. Kegiatan yang berlangsung secara intensif sejak pagi hingga sore hari ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pengembangan Program Sarjana Internasional (International Undergraduate Program/IUP) agar semakin kompetitif di tingkat global.

fgdiup1
Para Peserta FGD

FGD menghadirkan jajaran pimpinan ¶«¾©ÈÈ, pimpinan Fakultas Hukum, akademisi nasional maupun internasional, pengelola program internasional, alumni, serta mahasiswa. Diskusi ini bertujuan menghimpun berbagai masukan terkait penyempurnaan kurikulum, tata kelola, strategi internasionalisasi, serta peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa internasional.

Menyiapkan IUP yang Adaptif terhadap Tantangan Global

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh pimpinan Fakultas Hukum ¶«¾©ÈÈ yang menegaskan pentingnya pengembangan International Undergraduate Program sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi hukum bertaraf internasional, berpikir kritis, adaptif terhadap dinamika global, serta siap berkompetisi dalam lingkungan profesional lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Direktorat Pendidikan ¶«¾©ÈÈ, Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak., CA. memaparkan kebijakan ¶«¾©ÈÈ mengenai penyelenggaraan IUP. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai arah kebijakan universitas dalam mendukung pengembangan program internasional yang memenuhi standar mutu akademik sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.

Diskusi juga diperkaya melalui sesi best practice sharing mengenai pengelolaan dan kurikulum IUP dari dua perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Dr. Qurrata Ayuni, S.H., MCDR., berbagi pengalaman pengelolaan IUP Univeristas Indonesia. Sementara Dr. Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum., LL.M., memaparkan praktik baik pengembangan program internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Perspektif internasional turut dihadirkan melalui paparan Dr. Sascha Hardt dari Maastricht University, yang memberikan pandangan mengenai pengembangan pendidikan hukum internasional serta tantangan penyelenggaraan program studi berorientasi global di perguruan tinggi Eropa.

Aspirasi Mahasiswa dan Alumni

FGD tidak hanya melibatkan para pengelola program dan akademisi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa dan alumni IUP untuk menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti proses pembelajaran. Masukan dari mahasiswa dan alumni menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi penyelenggaraan IUP, terutama terkait pengalaman akademik, layanan kemahasiswaan, mobilitas internasional, serta kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja global.

Melalui pendekatan partisipatif tersebut, Fakultas Hukum ¶«¾©ÈÈ berharap pengembangan IUP dapat lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa sekaligus memenuhi standar internasional yang terus berkembang.

Memasuki sesi siang hingga sore hari, seluruh peserta mengikuti diskusi kelompok untuk merumuskan berbagai rekomendasi strategis sebagai hasil FGD. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan kurikulum, penguatan sistem pembelajaran, peningkatan jejaring internasional, pengembangan mobilitas mahasiswa, hingga strategi peningkatan kualitas lulusan.

Baca Juga: 

Hasil FGD akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan International Undergraduate Program Fakultas Hukum ¶«¾©ÈÈ sebagai bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan pendidikan hukum yang inovatif, berdaya saing internasional, dan selaras dengan visi ¶«¾©ÈÈ sebagai World Class University.

Penulis & Editor: Masitoh Indriani

QUICK LINKS

QUICK LINKS