东京热

东京热 Official Website

Delegasi Mahasiswa Farmasi UNAIR Raih Tiga Prestasi di聽 71st IPSF World Congress Bangkok 2026

12 Delegasi Fakultas Farmasi (FF) dalam ajang 71st IPSF World Congress 2026 Bangkok (Foto : istimewa)
12 Delegasi Fakultas Farmasi (FF) dalam ajang 71st IPSF World Congress 2026 Bangkok (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 12 Delegasi 东京热 (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi pada (1 – 9/8/2026) di ajang 71st IPSF World Congress 2026 Bangkok, Thailand. Prestasi yang diraih pada acara tersebut di antaranya 1st Runner Up Clinical Skills Event Advanced Level, 1st Runner Up Compounding Event, dan Best CP Co-Lab Public Health Project Award. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students鈥 Federation (IPSF) dengan Chulalongkorn University sebagai tuan rumah. Delegasi UNAIR pada ajang tersebut terdiri atas Alprida Patmana Laludin Rumi, Ardelia Citra Putri Lestari, Hariette Damery Lumban Toruan, Hitaro Victory Lumban Toruan, Mahayodia Zolla Al Hasbi, Surya Andri Simanjuntak, Timotius Jayandana, Nailal Husna, Nurafiah Nashwa Andini, R. A. Kayika Dewipraja, Rasya Azka Shafira, Rikha Manda Novarina. 

Hariette mengungkapkan bahwa keikutsertaan delegasi UNAIR merupakan bagian dari keterlibatan BEM FF UNAIR dalam IPSF. Terdapat rangkaian kegiatan didalamnya, di antaranya kompetisi, simposium, cultural workshop, hingga kunjungan industri dan rumah sakit.

鈥淒i World Congress ini banyak sekali kegiatan yang bisa diikuti. Selain kompetisi, kami juga mengikuti workshop, site visit ke industri dan rumah sakit, serta bertukar pengalaman dengan mahasiswa farmasi dari berbagai negara,鈥 jelasnya.

Ia juga menjelaskan mengenai kompetisi Compounding Event, peserta ditantang melakukan formulasi sediaan suspensi obat cacing dalam waktu 90 menit. Sementara itu, Clinical Skills Event menguji kemampuan peserta menyelesaikan kasus klinis terkait regimen terapi, farmakologi, dan farmakoterapi.

Selain kompetisi, delegasi juga mengunjungi Government Pharmaceutical Organization (GPO) untuk mempelajari proses produksi obat generik, mulai dari granulasi, pencetakan tablet, hingga pembuatan kapsul dan pengujian kendali mutu.

Hariette menilai pengalaman tersebut memperluas wawasan mengenai dunia farmasi serta kemampuan beradaptasi dengan budaya berbeda. 鈥淢elalui salah satu rangkaian kegiatan World Congress yakni international night, kami bisa mengenal budaya dari berbagai negara. Jadi tidak hanya belajar farmasi, tapi kita juga belajar berkomunikasi dan beradaptasi dengan kultur yang berbeda,鈥 ungkapnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak ragu memulai pengalaman internasional. 鈥淐oba dan mulai saja dulu dari kegiatan kecil seperti webinar atau virtual student exchange program. Ketika kita merasa senang mengikuti suatu program, akan semakin banyak kesempatan baru yang terbuka,鈥 pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT