东京热

东京热 Official Website

Delegasi FH UNAIR Sabet Juara 1 Lomba Esai Hukum GENVESTA

Delegasi Masyarakat Yuris Muda (MYMA) FH UNAIR, Tim Nawasena, Fara Diva Chelsea dan Violin Kurniawan, berhasil meraih Juara 1 lomba esai hukum General Event of State Affairs (GENVESTA) 2026. (Foto: dok. Tim Nawasena )
Delegasi Masyarakat Yuris Muda (MYMA) FH UNAIR, Tim Nawasena, Fara Diva Chelsea dan Violin Kurniawan, berhasil meraih Juara 1 lomba esai hukum General Event of State Affairs (GENVESTA) 2026. (Foto: dok. Tim Nawasena )

UNAIR NEWS 鈥 Tim Nawasena dari berhasil meraih Juara 1 lomba esai hukum General Event of State Affairs (GENVESTA) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pengumuman juara berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) setelah rangkaian kompetisi yang meliputi penilaian naskah, pengumuman finalis, technical meeting, hingga presentasi naskah lomba.聽

Tim yang beranggotakan Nawasena Fara Diva Chelsea dan Violin Kurniawan tersebut mengangkat isu trial by social media. Mereka juga menyoroti dampaknya terhadap asas praduga tak bersalah dan perlindungan hak konstitusional seseorang di era digital. Diva dan Violin menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari fenomena masyarakat yang kerap memberikan penilaian terhadap suatu perkara melalui media sosial sebelum proses hukum selesai.

鈥淎walnya kami melakukan brainstorming dari seluruh subtema yang tersedia dan mencoba mencari isu yang dekat dengan kondisi saat ini. Tetapi masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Dari situ kami melihat fenomena trial by social media yang semakin sering terjadi,鈥 ujar Diva.

Tawarkan Solusi Perlindungan Hak di Ruang Digital

Dalam penyusunan gagasan, Diva dan Violin melakukan identifikasi permasalahan hukum, meninjau regulasi yang berlaku, serta membandingkan mekanisme dari beberapa negara. Hal tersebut sebagai referensi untuk merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Melalui gagasan tersebut, keduanya menawarkan National Digital Justice Portal sebagai konsep integrasi informasi perkembangan perkara. Sekaligus, mekanisme pemulihan jejak digital bagi individu yang terdampak trial by social media.

Menurut Violin, penghakiman publik di ruang digital dapat memberikan dampak jangka panjang meskipun proses hukum telah selesai. Bahkan ketika seseorang tidak terbukti bersalah, stigma sosial dan jejak digital masih dapat memengaruhi kehidupan individu tersebut.

鈥淜etika seseorang sudah terlanjur dihakimi di ruang digital, dampaknya tidak selalu berhenti ketika proses hukum selesai. Bahkan ketika seseorang tidak terbukti bersalah, jejak digital dan stigma di masyarakat masih tetap ada,鈥 jelas Violin.

Kompetisi sebagai Ruang Pengembangan Diri

Setelah meraih Juara 1 GENVESTA 2026, Diva dan Violin berharap gagasan yang mereka bawa dapat terus dikembangkan agar memiliki dasar hukum dan mekanisme penerapan yang semakin matang.

鈥淛angan takut untuk mulai mencoba. Kita tidak harus menunggu merasa paling pintar atau merasa ide kita sudah sempurna untuk ikut kompetisi,鈥 ungkap Diva.

Melalui prestasi tersebut, Tim Nawasena MYMA FH UNAIR menunjukkan kontribusi mahasiswa hukum dalam menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan perlindungan hak di era digital.

Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT