东京热

东京热 Official Website

Ciptakan Camilan Sehat Tanpa Gorengan, TEP UNAIR Dampingi Kader Aimasi Olah Kelor dan Sukun

Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR bersama para kader Kampung Aimasi saat mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan resep kudapan sehat tanpa proses penggorengan. (Foto: Istimewa)
Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR bersama para kader Kampung Aimasi saat mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan resep kudapan sehat tanpa proses penggorengan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Tim 3 Ekspedisi Patriot 东京热 (UNAIR) mendampingi Kelompok Kader 3 Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, pada Selasa (8/9/2026). Pendampingan tersebut bertujuan mengolah komoditas pekarangan menjadi alternatif kudapan bergizi tanpa menggunakan teknik penggorengan. 

Dalam pendampingan tersebut, bahan lokal seperti daun kelor, sukun, dan ubi ungu dikembangkan menjadi lima varian produk, yaitu mochi sukun, mochi ubi ungu, es creamy kelor, es creamy ubi ungu, serta puding kelor. Program ini disiapkan untuk membentuk standar resep usaha rumahan yang aman dikonsumsi dan bernilai jual.

Pendampingan teknis dilakukan secara menyeluruh dari pemilihan bahan baku segar hingga uji cita rasa dan pengemasan. Pemilihan metode olahan tanpa penggorengan sengaja dirancang untuk menawarkan alternatif camilan yang lebih sehat, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya variasi olahan pangan pekarangan.

Anggota tim pendamping, Surma Elisa Manihuruk SKM MKes, menegaskan bahwa keunggulan produk tanpa minyak ini harus tetap diimbangi dengan kontrol mutu yang ketat. 鈥淭idak digoreng menjadi salah satu keunggulan produk ini, tetapi aspek kesehatan tetap harus dilihat secara menyeluruh. Takaran gula, kualitas bahan, kebersihan alat, hingga penyimpanan harus diperhatikan agar kudapan yang dihasilkan benar-benar aman untuk keluarga,鈥 terangnya.

Inovasi ini disambut baik oleh para peserta. Salah seorang kader Kelompok 3 Kampung Aimasi mengungkapkan bahwa praktik langsung ini membuka wawasan kader dalam memanfaatkan tanaman sekitar rumah menjadi sajian modern.

鈥淪elama ini kelor biasanya hanya kami masak sebagai sayur, sedangkan sukun dan ubi ungu diolah sederhana. Kami bangga karena bahan dari kebun sendiri bisa diolah jadi mochi, puding, dan es creamy yang rasanya enak dan warnanya menarik,鈥 tuturnya.

Kebersamaan Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR dan Kelompok Kader 3 Kampung Aimasi sembari memperlihatkan ragam produk olahan pangan sehat hasil uji coba resep. (Foto: Istimewa)

Tahapan uji coba resep ini menjadi pijakan awal dari rangkaian pendampingan jangka panjang. Tim UNAIR telah menyiapkan skema tindak lanjut yang mencakup penyusunan standar operasional produksi, perhitungan biaya modal, perancangan kemasan, hingga pengurusan legalitas izin usaha bagi kader Kampung Aimasi.

Seluruh rangkaian pendampingan tersebut secara langsung menyokong target Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup pilar SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ketua Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr Muthmainnah SKM MKes, optimistis inovasi ini mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap potensi komoditas pekarangan. 

鈥淜ader posyandu adalah pelopor pangan sehat dan ekonomi warga. Kami berharap kelor, sukun, dan ubi ungu tidak lagi dipandang biasa, melainkan tumbuh menjadi produk unggulan yang membawa manfaat nyata bagi Kampung Aimasi,鈥 tutup Dr Muthmainnah.

Penulis M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT