UNAIR NEWS 鈥 东京热 kembali memberikan gelar doktor kehormatan kepada sosok yang memberikan sumbangsih besar bagi bangsa. Kali ini sosok Dato鈥 Sri Thahir yang juga filantropi akan dikukuhkan untuk mendapat gelar doktor kehormatan pada Kamis (8/3).
Perihal penganugerahan doktor kehormatan itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., menyatakan bahwa secara akademik, rekam jejak Dato鈥 Tahir 鈥搒apaan akrabnya鈥 sudah tidak diragukan. Selain itu, gelar kehormatan tersebut dianugerahkan sebagai upaya UNAIR untuk memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang mempunyai kiprah nyata terhadap peradaban bangsa dan dunia.
鈥淒ari segi kontribusi, kami melihat Dato鈥 Tahir ini sudah terbukti. Dan, ini sudah kami kaji sejak dua tahun yang lalu,鈥 ungkap Prof. Nasih saat jumpa pers di Aula 301, Gedung Kahuripan, Kampus C UNAIR, Rabu (7/3).
Sementara itu, Dato鈥 Tahir yang juga kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952, tersebut menyatakan bahwa dirinya sangat memberikan apresiasi atas penganugeran gelar kehormatan yang diberikan UNAIR kepadanya. Bagi dia, penghargaan yang diberikan salah satu kampus terbaik di Indonesia itu menjadi sebuah tantangan tersendiri.
鈥淜esuksesan itu adalah sebuah jalan dan proses. Karena itu, saat kita mendapat sebuah penghargaan semacam ini (doktor kehormatan, Red) sejatinya merupakan suatu tantangan agar kita terus berbuat lebih. Terutama memberikan sumbangsih untuk kemajuan pendidikan,鈥 paparnya.
Selain itu, di hadapan puluhan awak media, Dato鈥 Tahir menekankan bahwa untuk memajukan pendidikan di Indonesia, diperlukan berbagai cara. Mulai penguatan sumber daya manusia, membangun penelitian yang berkelanjutan, hingga meningkatkan kerja sama internasional.
鈥淒alam penguatan SDM, kita harus meminta tenaga pendidik agar fokus. Selain itu, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di dunia harus terus ditingkatkan,鈥 ungkapnya.
Pada akhir, Dato鈥 Tahir kembali menegaskan bahwa kesuksesan yang sejati adalah saat hal itu bisa dibagikan kepada orang lain. Meminjam cara berpikir orang barat, Dato鈥 Tahir mengungkapkan bahwa bagi orang barat, Amerika khususnya, kekayaan yang diberikan kepada orang lain adalah kekayaan yang sesungguhnya.
鈥淚ni yang kadang beda dengan cara berpikir orang timur. Karena itu, prinsip saya, harta yang saya bagikan kepada orang lain, itulah harta saya yang sesungguhnya,鈥 pungkas Dato鈥 Tahir. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Feri Fenoria





