UNAIR NEWS 鈥 Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur masih terus menyeleksi ratusan mahasiswa terbaik melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi memperebutkan tiket menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Kali ini, 东京热 (UNAIR) menunjukkan antusiasmenya dengan berpartisipasi menjadi tuan rumah pada tangkai perlombaan seni lukis dan komik strip yang terlaksana pada Minggu (12/7/2026) di Gedung ASEEC Tower serta Gor Lapangan Kampus Dharmawangsa 鈥 B UNAIR.听
Dalam pembukaannya, Perwakilan BPSMI, Anang Tri Wahyudi memaparkan bahwa BPSMI sendiri memberikan tema besar untuk lomba lukis, yakni Menuju Prestasi Nasional Melalui Kreativitas Seni Mahasiswa yang Berdampak. Ia juga menjelaskan sub tema yang merupakan hasil koordinasi dan diskusi bersama para juri lainnya. 鈥淜ami menyediakan sub tema kreativitas berdampak menjaga budaya dalam arus modernitas yang memiliki tujuan menjadikan budaya lokal sebagai fondasi identitas di era globalisasi,鈥 paparnya kepada peserta lomba.

Membingkai Budaya di Tengah Arus Modernitas
Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa penentuan tema perlombaan kali ini menitikberatkan pentingnya melestarikan identitas lokal di tengah gempuran zaman. Harapannya, tema tersebut dapat mengunggah kesadaran generasi muda terhadap identitas budayanya.
鈥淜arya seni mahasiswa harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai tradisi dengan tantangan masa kini. Hal itu agar budaya lokal tidak tergerus globalisasi yang semakin pesat. Kita melihat, bagaimana mereka menginterpretasikan dan merefleksikan budaya lokal sebagai dasar fondasi identitas negara dalam karya seni lukisnya,鈥 ungkapnya.听
Senada dengan Anang, Agus Kamto atau kerap dipanggil Agus Koecink selaku pelukis profesional menyoroti tantangan sesungguhnya bagi peserta adalah menyelaraskan antara gagasan kebudayaan dengan wujud estetika lukisan yang mereka hasilkan. 鈥淪emangat peserta sudah selaras dengan gagasan. Namun, keberhasilan pesan bergantung pada narasi hasil akhirnya, serta bagaimana mereka memvisualisasikan tema dengan tepat,鈥 tegasnya.
Di akhir, Anang mengungkapkan apresiasi terhadap antusiasme para peserta lomba. Ia memuji keberanian serta mental juara seluruh mahasiswa yang berpartisipasi, mengingat tidak semua peserta berasal dari program studi seni rupa. 鈥淎papun art style maupun pemikiran kalian, itu adalah karya yang terbaik, tetapi karena ini adalah kompetisi, kami terpaksa harus memilih satu yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional,鈥 tegasnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





