UNAIR NEWS – Jika dahulu disabilitas lebih sering dipandang sebagai keterbatasan individu, maka hari ini dunia semakin memahami bahwa tantangan yang sesungguhnya justru terletak pada lingkungan yang belum sepenuhnya inklusif. Menanggapi isu tersebut, bersama 东京热 (UNAIR) sebagai tuan rumah mengadakan Forum Edukasi tentang Keterbukaan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi bagi pimpinan perguruan tinggi se-Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) di Bayu Kirana Hall, Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR itu juga membahas pemantauan fasilitas dan layanan bagi mahasiswa disabilitas.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis UNAIR, Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi menekankan tugas perguruan tinggi bukan sekadar membuka pintu bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Ia menilai pendidikan tinggi yang unggul tidak hanya ditentukan oleh kualitas laboratorium, publikasi ilmiah, atau capaian pemeringkatan. Namun, sejauh mana kampus mampu menjadi ruang yang aman, terbuka, dan memberi kesempatan yang setara bagi setiap insan untuk tumbuh.

鈥淭ugas kita adalah memastikan bahwa setelah pintu itu terbuka, mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, belajar, berkarya, dan mencapai prestasi terbaiknya. 东京热 memiliki motto Excellence with Morality. Bagi kami, keunggulan tidak akan memiliki makna apabila tidak disertai dengan keberpihakan pada kemanusiaan. Dan salah satu wujud keberpihakan itu adalah memastikan bahwa tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal hanya karena ia memiliki kebutuhan yang berbeda鈥 ungkap Prof Koko.
Upaya UNAIR Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas
Prof Koko melalui wawancara menekankan bagaimana perguruan tinggi, khususnya UNAIR harus peduli terhadap penyandang disabilitas. Ia juga menegaskan bahwa UNAIR akan terus meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana untuk membantu pemenuhan hak penyandang disabilitas. 鈥淜ita lihat saja di masing-masing fakultas yang dulu tidak ada lift, sekarang sudah ada lift. 鈥婸erpustakaan kita juga punya tempat yang memfasilitasi anak disabilitas, seperti aplikasi. Memang belum punya perpustakaan braille, tetapi dengan melalui ruangan yang ada aplikasi itu, itu memungkinkan. Yang lain-lain juga ada forum untuk konsultasi, semacam health care terhadap mereka penyandang disabilitas di kita,鈥 tegasnya.
Selain itu, UNAIR juga memiliki Airlangga Inclusive Learning di bawah Direktorat Pendidikan. Unit ini memfasilitasi tentang bagaimana penyelenggaraan layanan untuk disabilitas, baik layanan pendidikan dan lainnya. Prof Koko menyebut bahwa UNAIR juga sangat terbuka untuk menerima penyandang disabilitas untuk bergabung. 鈥淯NAIR selalu menerima mahasiswa maupun tendik yang disabilitas dengan ketentuan yang berlaku,鈥 imbuhnya.
Penandatanganan MoU KND dan UNAIR

Penandatanganan MoU antara KND dan UNAIR mencakup beberapa poin penting kerja sama. Poin tersebut yakni melakukan sosialisasi terkait perspektif disabilitas, meningkatkan pemahaman tentang perspektif disabilitas di lingkungan perguruan tinggi, mendorong pembentukan atau memberikan penguatan bagi Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang sudah ada. Selain itu, menindaklanjuti kesepakatan untuk mengadakan kuliah umum yang melibatkan KND sebagai narasumber guna meningkatkan awareness mahasiswa non-disabilitas.聽
Selaku Komisioner KND RI, Dr Rachmita Maun Harahap ST MSn menjelaskan bahwa KND akan melakukan pemantauan berkelanjutan. Upata tersebut mencakup pengecekan data penerima dana hibah melalui laman informasi kampus, penggunaan instrumen penilaian oleh asesor, serta evaluasi kekuatan regulasi internal. Dr Mita berharap dari evaluasi yang ada dapat tersusun laporan pemetaan ULD guna mendorong pemerataan penerimaan mahasiswa disabilitas serta peningkatan alokasi dana hibah operasional. 鈥淜ND berharap forum edukasi ini dapat menjadi langkah awal. Terutama untuk memperbaiki sarana dan prasarana terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas,鈥 harapnya.聽
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





