UNAIR NEWS 鈥 Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 东京热 (UNAIR) berhasil mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia. Tim yang bernama Thymogenk tersebut mengembangkan inovasi untuk mendukung penanganan luka yang terinfeksi bakteri resisten antibiotik.
Tim Thymogenk terdiri atas Adib Fardanfath Arighi (193231036), Alya Najwa Azizah (193241007), Muhammad Farrel Fikriansyah (193241029), Vannessa Wahyu Stevany (193241003), dan Azyyati Zata Yumni (193251016). Kelima anggota merupakan mahasiswa FIKKIA UNAIR.
Dalam kompetisi tersebut, Thymogenk mengusung penelitian berjudul 鈥淣ano Film Forming Spray Berbasis D-Glukosamin Teremediasi Thymoquinone dan Eugenol untuk Remodelling Luka Terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)鈥. Inovasi tersebut mengombinasikan bahan aktif alami dengan sistem penghantaran berbentuk film-forming spray.
Adib selaku perwakilan tim menjelaskan, inovasi tersebut dikembangkan untuk membantu proses remodelling luka yang terinfeksi MRSA. Selain memiliki potensi aktivitas antibakteri, kombinasi bahan yang digunakan diharapkan dapat mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan luka.
鈥淚novasi yang kami bawakan berupa Nano-Film Forming Spray berbasis D-glukosamin yang teremediasi thymoquinone dan eugenol untuk membantu proses remodelling luka yang terinfeksi MRSA. Inovasi ini mengombinasikan bahan aktif alami dengan sistem penghantaran berbentuk film-forming spray, sehingga diharapkan dapat memberikan aktivitas antibakteri sekaligus mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan luka,鈥 jelasnya.
Proses penelitian diawali dengan identifikasi permasalahan, pencarian ide, studi literatur, hingga penyusunan proposal dan metode penelitian. Tim kemudian melakukan berbagai pengujian, mulai dari karakterisasi sediaan, uji sitotoksisitas, hingga evaluasi histopatologi untuk melihat perkembangan penyembuhan luka.
Perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, organisasi, dan persiapan kompetisi. Tim juga harus menyatukan berbagai perspektif anggota serta menyelesaikan sejumlah luaran penelitian dalam tenggat waktu yang ditentukan.
鈥淲aktu pertama kali melihat pengumuman dan tahu proposal kami lolos pendanaan, rasanya benar-benar campur aduk antara kaget, senang, dan terharu. Perjuangan menyusun ide, bedah literatur, sampai begadang bareng tim demi mengejar tenggat unggah rasanya terbayar lunas,鈥 ungkap Adib.
Ke depan, Thymogenk berharap inovasi Nano-Film Forming Spray dapat dikembangkan melalui pengujian yang lebih luas, pendaftaran HAKI, publikasi jurnal internasional bereputasi, hingga peluang produksi secara massal. Adib juga berpesan agar mahasiswa UNAIR berani mengikuti kompetisi dengan peka terhadap permasalahan nyata, terbuka terhadap kolaborasi, dan menikmati setiap proses belajar.
鈥淜uncinya adalah peka terhadap permasalahan nyata di masyarakat, mau berkolaborasi lintas bidang ilmu, serta pantang menyerah dan terus menikmati setiap proses belajar demi membawa nama baik almamater,鈥 pungkasnya.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana





