UUNAIR NEWS 鈥 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 东京热 (UNAIR) gelar pemberdayaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Sumalata, Gorontalo. Tim berupaya mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Program yang diusung bertajuk Pemberdayaan Masyarakat dan Transformasi Ekonomi pada Masyarakat Transmigran Sumalata melalui Pelatihan Sociopreneurship dan Inovasi Usaha Lebah Trigona.
Kegiatan itu berlangsung mulai Juli – November 2026 dengan dipimpin oleh Dr Johny Alfian Khusyairi MSi MA, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB), bersama Niko Satyo Nugroho, Khoyrul Anam, Mia Alfia Nurjanah, Dira, dan Arif Yahya Widi Pranoto. Dalam pendampingan ini, tim UNAIR menjadi satu-satunya TEP yang bertugas di Kawasan Sumalata dengan kondisi geografis berbukit dan terdiri atas 6 Satuan Pemukiman (SP).
Potensi Trigona Menjadi Peluang Usaha
Johny menjelaskan bahwa lebah Trigona atau dikenal masyarakat setempat sebagai Tahudu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Namun, sebagian besar masyarakat memandang lebah tersebut sebagai semacam hama karena dianggap menyebabkan tuli, tak heran jika Trigona belum dimanfaatkan secara optimal.
鈥淜ami berusaha mengubah mindset masyarakat untuk menjadikan Trigona sebagai lebah yang berpotensi ekonomi tinggi, dan memiliki tekad untuk sejahtera bersama. Lebah Trigona yang melimpah di Sumalata dapat dijaring dalam stup-stup agar produktif menghasilkan madu dengan kualitas unggul dibandingkan madu dari lebah jenis lain,鈥 jelasnya.
Menurutnya, pengembangan Trigona berdampak positif pada kelestarian lingkungan hidup. Lebah Trigona cenderung memilih lingkungan yang minim herbisida dan pestisida. Karena itu, budidayanya dapat menguntungkan secara ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam Sumalata.
Membangun Ekosistem Sociopreneurship
Pendampingan tidak berhenti pada budidaya, tim juga memberikan pelatihan teknik budidaya, pembuatan stup dari kayu bekas, hingga pemasaran digital. Tim juga menyiapkan modul agar masyarakat dapat mempelajari materi secara mandiri.
鈥淢asyarakat akan dilatih membuat stup sendiri, mengembangkan budidaya, sampai memasarkan produknya. Kami juga menekankan pentingnya membangun ekosistem berwirausaha sosial (sociopreneurship) agar masyarakat memiliki kesadaran berwirausaha secara bersama dan saling menopang sehingga tercipta iklim kompetisi yang positif dan dapat sukses dan sejahtera bersama,鈥 ungkapnya.
Tak hanya itu, tim juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Gorontalo Utara untuk memperkenalkan hasil budidaya melalui pameran. Setelah masa program, tim akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan budidaya, pengelolaan usaha, dan pemasaran digital yang dijalankan mandiri oleh masyarakat.
Johny berharap masyarakat dapat menghasilkan produk khas berbasis madu Trigona yang mampu menjangkau pasar. 鈥淗arapannya ada produk khas dari lebah Trigona yang dijalankan oleh masyarakat dan memiliki pasar yang luas鈥, pungkasnya.
Pendampingan ini diharapkan tidak hanya mendukung masyarakat memanfaatkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan. Namun, juga membentuk ekosistem usaha yang berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Upaya itu sejalan dengan komitmen UNAIR dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





