UNAIR NEWS – Forum Farmasi Ilmiah (FOSIL), di bawah聽 Departemen Akademi dan Prestasi BEM (FF) 东京热 (UNAIR) gelar pelatihan esai. Pelatihan menulis esai yang bertajuk 鈥淢enggali Isu, Merangkai Gagasan melalui Tulisan鈥 tersebut berlangsung pada Jumat (5/9/2025) melalui media Zoom dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta.
Pelatihan merangkai gagasan melalui esai ini menghadirkan pemateri dengan segudang prestasi, Miftakhu Rahma Wardhani, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Farmasi tahun 2023 yang pernah meraih Juara III Lomba Scientific Essay Polymer dan Juara III Lomba Esai Ilmiah FMIPA NAC Universitas Udayana.
Menuangkan Opini melalui Esai
Mifta, sapaannya, menjelaskan bahwa esai merupakan sebuah karya yang mengandung argumentasi terhadap permasalahan untuk diselesaikan melalui gagasan dan dukungan fakta. Gaya bahasa yang khas, lanjutnya, menjadikan esai menarik untuk dibaca.

鈥淪ebanyak 70 persen opini merupakan argumentasi penulis, karena tujuan esai adalah mengajak pembaca untuk setuju dengan usulan ide penulisnya. Kemudian 30 persen faktanya adalah untuk mendukung opini,鈥 jelasnya.
Cara Menemukan Ide
Lebih lanjut, Mifta juga menerangkan seputar cara menemukan ide dalam kepenulisan esai. Ia menuturkan, ide adalah gagasan yang menarik, terbaru, atraktif, inovatif, dan futuristik. Aspek futuristik memungkinkan gagasan ide dalam esai tidak harus bisa diterapkan dalam waktu dekat. Namun bukan berarti pula tidak mungkin untuk diwujudkan. Hal tersebut menjadikan tantangan untuk menjawab bagaimana ide dapat dicapai. 鈥淪emua ide masuk akal selama ada dasarnya,鈥 paparnya.
Ide dapat berupa kreativitas atau inovasi. Dalam esai, Mifta lebih menyarankan ide berupa inovasi, yakni pengembangan dari ide baru. Hal tersebut karena keterbatasan sumber daya, mulai dari waktu, alat, hingga pengetahuan.
Ia juga mebagikan tips untuk menemukan ide, setidaknya ada tiga cara. Pertama, identifikasi lingkungan sekitar. Kepekaan terhadap sekitar dapat menunjukkan kepedulian dan empati untuk menjadi sebuah gagasan. Hal ini menarik karena membawa solusi nyata yang bisa diterapkan pada lingkungan terdekat.
Kedua, berfokus pada pertanyaan 鈥渨hy鈥 dan 鈥渉ow鈥. Dua kata tanya tersebut merupakan langkah sederhana untuk menjadi kritis terhadap sebuah permasalahan yang akan mengantarkan pada kemauan untuk membaca. 鈥淢embaca adalah gerbang dari segala informasi yang kita butuhkan,鈥 tegasnya.
Ketiga, diskusi dengan teman atau mentor. 鈥淛angan malu untuk bertanya kepada orang yang lebih ahli ketika butuh penjelasan dari suatu gagasan, dalam hal ini dapat berupa teman ataupun dosen,鈥 pungkasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





