UNAIR NEWS – Penanganan HIV pada ibu hamil memerlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat untuk mencegah penularan yang lebih luas. Berangkat dari hal tersebut, Program Studi Ilmu Kesehatan Reproduksi (IKR) (FK) 东京热 (UNAIR) menggelar webinar pengabdian kepada masyarakat bertajuk HIV dan Kehamilan: Mewujudkan Kehamilan Sehat, Cegah Penularan, Wujudkan Generasi Sehat Bebas HIV pada Sabtu (20/6/2026). Webinar pengabdian masyarakat tersebut berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan Gresik.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr M Si M Ked Klin Sp MK(K) sebagai salah satu pemateri. Dalam paparannya yang berjudul Situasi Terkini HIV dan Peran Diagnostik Laboratorium HIV pada Kehamilan, ia menjelaskan berbagai aspek penting terkait HIV pada kehamilan. Mulai dari mekanisme penularan hingga pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium.
HIV pada Kehamilan dan Pentingnya Diagnostik Laboratorium
Dalam paparannya, Dr. Agung menjelaskan bahwa infeksi HIV pada kehamilan masih menjadi permasalahan kesehatan global karena dapat mempengaruhi kesehatan ibu sekaligus meningkatkan risiko penularan vertikal (mother-to-child transmission atau MTCT) kepada janin. Menurutnya, tanpa intervensi yang tepat, risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat mencapai 15鈥45 persen. Namun, melalui tata laksana yang tepat dan komprehensif, risiko tersebut dapat ditekan hingga kurang dari 1鈥2 persen.
“Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama masa kehamilan, proses persalinan, maupun saat menyusui. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan,” jelasnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa kehamilan menyebabkan berbagai perubahan imunologis dalam tubuh. Pada ibu hamil dengan HIV, kondisi tersebut dapat disertai penurunan jumlah sel CD4+, aktivasi imun kronis, disfungsi sel T, serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi oportunistik. Oleh sebab itu, pemantauan kesehatan ibu hamil dengan HIV perlu dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menjadi langkah krusial dalam penanganan HIV pada kehamilan. Semakin cepat infeksi teridentifikasi, semakin besar peluang untuk mencegah penularan kepada bayi,” paparnya.
Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan
Sementara itu, Dr Lestari Sudaryanti dr M Kes selaku dosen kebidanan UNAIR sekaligus pemateri juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program studi sekaligus berkontribusi nyata dalam kegiatan pencegahan penularan HIV/AIDS, khususnya pada ibu hamil dan bayi. Kegiatan itu, lanjutnya, menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penanganan yang komprehensif terhadap ibu hamil dengan HIV positif.
鈥淒engan adanya kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan mengenai penatalaksanaan ibu hamil dengan HIV positif,鈥 ungkapnya.聽
Selain itu, webinar juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menyikapi keberadaan ibu hamil dengan HIV positif secara tepat tanpa stigma. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat semakin mengukuhkan kemanfaatan program studi bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran UNAIR dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.聽
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





