东京热

东京热 Official Website

Sosiolog Inggris Paparkan Tiga Pendekatan dalam Penelitian Sosiologi聽

Dr Leon Moosavi BA MA PGCert SFHEA PhD memberikan materi dalam workshop yang diadakan oleh Departemen Sosiologi, FISIP, UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (), 东京热 (UNAIR) menyelenggarakan workshop pada Selasa (15/9/2026) di Ruang Adi Sukadana, gedung A FISIP, Kampus Dharmawangsa-B. Workshop tersebut menghadirkan Dosen Departemen Sosiologi, Universitas Liverpool,聽Dr Leon Moosavi BA MA PGCert SFHEA PhD. Pada kesempatan kali ini, Dr Leon mengangkat topik tentang 鈥淒ecolonisation Research, Ethnography, and Autoethnography鈥.

Dr Leon membuka workshop dengan menanyakan riset yang tengah peserta lakukan. Sejumlah peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen menjawab riset yang mereka jalankan, baik individu, maupun berkelompok. 

Dr Leon memaparkan pengalamannya saat melakukan riset mengenai sepak bola dan komunitas Muslim di Inggris. Menurutnya, salah satu tantangan dalam penelitian etnografi adalah aksesibilitas, yakni bagaimana peneliti memperoleh akses ke lokasi maupun informan yang menjadi objek penelitian. 

Dr Leon mengatakan peneliti akan sangat kesulitan apabila tidak memiliki akses terhadap tempat atau informan yang ia teliti. Hal ini akan menghambat proses penelitian, belum termasuk menjelaskan kedatangan peneliti ke tempat. 

鈥淜etika melakukan penelitian, pertanyaan pertama adalah bagaimana kita mengakses komunitas yang ingin diteliti. Akses sangat kompleks dan bergantung pada situasi serta proyek penelitian, terutama ketika peneliti tidak memiliki koneksi dengan wilayah yang hendak diteliti,鈥 ujarnya. 

Dr Leon kemudian melanjutkan pemaparannya dengan memperkenalkan pendekatan autoetnografi. Pendekatan ini memadukan antara pengalaman pribadi peneliti dengan konteks sosial yang ada di sekitar. 

Autoetnografi berbeda dengan autobiografi. Menurutnya, autoetnografi tidak hanya mengangkat pengalaman pribadi semata, tetapi juga menekankan analisis akademis dan teoritis melalui konsep-konsep sosiologis sebagai landasan ilmiah penelitian. 

鈥淧erbedaan antara autobiografi dengan autoetnografi adalah autoetnografi melibatkan analisis akademis, refleksi teoritis, dan penggunaan konsep-konsep sosiologis untuk memaknai pengalaman tersebut. Ini berarti memahami kisah peneliti dan kaitannya dengan kisah-kisah lain, serta berbagai struktur masyarakat yang ada di sekitar kita,鈥 jelasnya.

Dr Leon memperkenalkan penelitian dekolonial yang masih jarang ditemui di Indonesia. Penelitian ini melibatkan komunitas sebagai kolaborator dalam penelitian. Pendekatan ini menekankan partisipasi masyarakat untuk menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat, khususnya bagi kelompok terpinggirkan.

鈥淧enelitian dekolonial didasarkan pada gagasan, bahwa penelitian harus digunakan untuk membantu masyarakat yang terpinggirkan akibat kolonialisme. Peneliti menggunakan pendekatan dengan memperlakukan komunitas yang terpinggirkan sebagai kolaborator dalam pembangunan pengetahuan,鈥 ungkapnya.

Dr Leon menegaskan bahwa pendekatan tersebut dapat digunakan untuk mendampingi dan memberdayakan komunitas terpinggirkan. Menurutnya, penelitian dekolonial tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga rekomendasi dan kebijakan yang mendukung kebutuhan kelompok tersebut.

鈥淢etode penelitian ini bisa menjadi upaya menghasilkan pengetahuan bagi komunitas yang terpinggirkan, atau menghasilkan rekomendasi maupun kebijakan untuk mendampingi mereka yang terpinggirkan,鈥 imbuhnya.

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT