UNAIR NEWS – Kesehatan bukan semata-mata hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat luas. Perlu adanya keterlibatan aktif untuk membangun kampus yang sehat, produktif, bahagia, dan berdaya. 东京热 (UNAIR) memerlukan bantuan mahasiswa sebagai partisipan, agen promosi, inisiator, serta penggerak atau agen perubahan untuk kehidupan sehat dan bahagia.
Dalam sambutannya, Ketua LPMB UNAIR, Prof Dr H Hery Purnobasuki MSI PhD menyebut bahwa mahasiswa menjadi mitra program Sobat Happy and Healthy (SOBY) dalam mengedukasi, menginspirasi, maupun mendampingi untuk penerapan hidup sehat. Ia menekankan untuk mahasiswa banyak bergerak, baik secara fisik maupun nuraninya.
鈥淜ami berharap peran dan aktivitas saudara dalam keseharian dapat memberikan bantuan positif terhadap gerakan hidup sehat dan bahagia. Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan dan menjadikan lingkungan UNAIR menjadi lebih sehat dan bahagia,鈥 Ungkap Prof Hery pada kegiatan Masterclass for Facilitator pada Sabtu (13/6/2026) di Ruang Majapahit, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa – B UNAIR.聽

Berhenti Stigma Negatif
Selaku pembicara, Aries Widya Gunawan SE MM memaparkan bagaimana stigma sering kali menghambat seseorang, khususnya mahasiswa saat memulai bisnis. Ia menyebut bahwa ada empat stigma besar, yakni tidak punya modal awal yang besar, takut gagal dan rugi finansial, tidak memiliki pengalaman, hingga takut mengganggu waktu belajar.
鈥淏isnis itu bisa dimulai dengan modal nol teman-teman, misalnya menawarkan jasa. Jangan takut untuk rugi atau gagal karena yang penting adalah berani mengeksekusi ide. Apalagi di era internet saat ini, ilmu dan referensi sangat mudah diakses. Jadi, kalian bisa memulai bisnis sekaligus belajar. Masa kuliah ini menjadi peluang bagus untuk menambah pengalaman dan penghasilan melalui program mahasiswa,鈥 paparnya.
Mulai Bergerak untuk Aksi Nyata
Aries menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman dan melihat peluang bisnis di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2023, tingkat kewirausahaan di Indonesia masih di angka 3,3 persen, yang artinya masih banyak ruang dan peluang besar mahasiswa untuk mengambil peran sebagai pengusaha. Ia menilai bahwa kampus dapat menjadi pasar yang sangat potensial karena semua target pasar berkumpul di satu tempat yang sama. 鈥淢asalah atau kebutuhan kecil di sekitar kampus bisa disulap menjadi ide bisnis,鈥 imbuhnya.
Lebih lanjut, Aries berpesan agar mahasiswa memulai bisnis dengan manajemen keuangan yang sehat. Ia menyoroti bahaya hutang, pentingnya memisahkan keuangan, dan kolaborasi untuk memulai bisnis. 鈥淛ika memiliki ide, segera lakukan aksi nyata dan wujudkan dalam bentuk produk atau jasa. Kemudian, jauhkan diri dari hutang, mulai dari lingkungan terdekat, fokus konsistensi, dan kembangkan dengan kolaborasi inovatif serta atur keuangan dengan benar,鈥 pesannya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





