¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Sabet Juara di Taiwan, Mahasiswa Psikologi Bagikan Kunci Sukses Tembus Kancah Internasional

Sabdha Alam, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2025 saat memenangkan Kaohsiung Open Dance Festival 2026. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa ¶«¾©ÈÈ (UNAIR). Kali ini, Sabdha Alam, mahasiswa angkatan 2025, berhasil mengharumkan nama bangsa dan almamater setelah meraih Juara 1 pada kejuaraan dansa standard ballroom tingkat internasional yang berlangsung di Taiwan pada Jumat (21/8/2026).

Tidak hanya bertanding di Taiwan, atlet asal Sidoarjo ini menjalani rangkaian kompetisi maraton selama satu minggu penuh, mulai dari Jakarta, Tiongkok, hingga Taiwan.

Sabdha menceritakan bahwa perjalanannya menuju podium puncak tidaklah instan. Memiliki latar belakang sebagai atlet dansa selama 4 tahun, persiapan intensif dilakukannya sekitar tiga minggu sebelum keberangkatan, termasuk mempelajari beberapa gerakan baru.

“Untuk persiapan latihan biasa sekitar 4–5 kali seminggu. Karena koreografinya sudah ada dari lama, jadi tinggal mematangkan,” ujar Sabdha.

Meski begitu, ia mengaku tantangan terbesarnya justru muncul di ranah akademik setelah kompetisi berakhir. Karena harus melakukan perizinan di minggu pertama perkuliahan dan tidak membawa laptop selama bertanding, tugas-tugas kuliah sempat menumpuk sekembalinya ia ke Indonesia.

Sebelum menyabet juara pertama di Taiwan, Sabdha juga berlaga di Tiongkok dalam ajang berskala global yang diikuti oleh para juara dunia. Dalam ajang di Tiongkok tersebut, ia berhasil menembus babak final dan menduduki peringkat kelima dan keempat.

“Yang paling berkesan justru saat di Tiongkok karena event-nya sangat besar dan tingkat kesulitannya tinggi. Sementara saat di Taiwan, saya beruntung bisa meraih juara satu karena merasa lawan yang dihadapi selevel dengan saya,” ungkapnya.

Tidak berhenti di sini, Sabdha sudah membidik sejumlah target besar berikutnya. Ia berencana mengikuti ajang Queen Cup di Jakarta pada November mendatang, kejuaraan internasional di Malaysia pada Desember, hingga impian bertanding di ajang Kejurnas serta Pekan Olahraga Nasional (PON). Selain di bidang olahraga, ia juga tengah bersiap mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah.

Pentingnya Relasi dan Konsistensi

Sabdha membagikan pesan dan tips bagi sesama mahasiswa yang ingin berprestasi di tingkat internasional. Menurutnya, selain konsistensi latihan dari level terkecil, memperluas relasi atau koneksi adalah kunci utama.

“Informasi mengenai kompetisi luar negeri ini saya dapatkan dari pelatih dan teman-teman sesama penari. Jadi, cari koneksi sebanyak-banyaknya. Selain itu, ingat bahwa perkuliahan tidak hanya soal belajar di dalam kelas. Mulailah berasah kemampuan dari lingkup terkecil dan terus mencoba,” tutupnya.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT