东京热

东京热 Official Website

REACH UNAIR Ajak Peneliti Muda Menyelami Metode Riset Berdampak

associate professor PAPRSB Institute Health Science Brunei, Dr Khadizah binti Haji Abdul saat lakukan sesi pemaparan (Sumber: Istimewa)
associate professor PAPRSB Institute Health Science Brunei, Dr Khadizah binti Haji Abdul saat lakukan sesi pemaparan (Sumber: Istimewa)

UNAIRNEWS- UNAIR sukses lakukan webinar bertajuk 鈥淓nhance Your Research Capacity: From Draft to Impactful Research鈥 pada Selasa (24/07/2025) bertempat di zoom meeting. 

Kegiatan ini menggandeng Institute Health Science Brunei, Dr Khadizah binti Haji Abdul, Ketua Komisi Etika Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Nuzul Qur鈥檃iniati S Kep Ns MNg PhD, sekaligus ketua REACH Prof Ferry Efendi S Kep Ns MSc PhD.聽Bukan tanpa sebab, kegiatan ini berlansung demi mendorong semangat peneliti muda lakukan penelitian berdampak di era digital native.

Teknologi Bantu Validasi

Dari semua jenis riset, Dr Khadizah mendalami penelitian kualitatif dan membedah beragam metode pengumpulan data seperti in-depth interview, dyadic method, focus group discussion (FGD), hingga nominal group technique. Menariknya, ia menyinggung data visual dan digital, termasuk photovoice, observasi, dokumen, media sosial, hingga wawancara daring melalui zoom.

鈥淒alam kualitatif, bukan jumlah responden yang utama, melainkan kedalaman makna dan pemahaman fenomena secara utuh,鈥 jelasnya. Dalam pendekatan ini, penting bagi peneliti untuk memiliki prior knowledge, keterampilan komunikasi interpersonal, dan kepekaan terhadap narasi yang muncul dari subjek.

Sesi Foto Online Bersama pada Webinar 鈥淓nhance Your Research Capacity: From Draft to Impactful Research鈥 pada Selasa (24/07/2025). (Sumber: Penulis)

Ia juga mengenalkan pendekatan visual dan teknologi terkini seperti Otter.ai, NVIVO, hingga ATLAS.TI. Platform tersebut membantu transkripsi otomatis, coding, dan pengolahan data. Namun ia mengingatkan bahwa tools tak akan menggantikan etika dan empati.

Tak Bisa Menawar Etika Riset

Lain halnya dengan Nuzul, memaparkan empat pondasi dalam etika riset, mulai dari standar etik, PSP informed consent, hingga wawasan etik dan kelayakan protokol. Tak hanya untuk penelitian pada manusia, etika riset juga mencakup kesejahteraan hewan percobaan. Hal tersebut termasuk prinsip 3R (Replacement, Reduction, Refinement) dan 5 Freedoms of Animal Welfare.

Ia menekankan bahwa peneliti sekaligus sebagai penjaga integritas dan tanggung jawab sosial. Misalnya konteks penelitian pada kelompok rentan seperti individu dengan HIV atau narapidana, prinsip respect for persons dan do no harm menjadi batas moral yang tak boleh dilanggar. 鈥淭anpa etika, riset akan kehilangan nilai kemanusiaannya,鈥 tegasnya.

Bangun Pengetahuan, Jaga Kemanusiaan

Sebagai pembicara penutup, Prof Ferry mengupas konsep dasar dalam riset kuantitatif, mulai dari struktur desain, pengumpulan data, hingga penyusunan laporan.

鈥淩iset tidak hanya soal menyelesaikan publikasi saja, tapi tentang membangun kepercayaan publik terhadap sains yang bertanggung jawab,鈥 tegasnya. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyelami metodologi yang kuat sekaligus bertanggung jawab secara etis. 

Penulis: Sintya Alfafa

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT