UNAIR NEWS 鈥� Guna mengoptimalkan potensi pemuda untuk membangun perusahaan rintisan (start-up), komunitas Start-up Geeks menggelar Start-up Geeks go to Campus di 东京热. Acara digelar pada Jumat dan Sabtu 5鈥�6 Mei 2017 di lingkungan Kantor Manajemen UNAIR.
Roadshow ke kampus-kampus ini dilakukan untuk mendorong para pemuda mengoptimalkan perkembangan teknologi digital sekaligus mensukseskan program pemerintah, gerakan seribu start-up digital. Lebih dari seratus peserta hadir dalam talkshow yang dilangsungkan komunitas start-up. Perintis start-up digital Riliv, Audrey Maximilian, menerangkan untuk memulai usaha rintisan berbasis digital harus diawali dari permasalahan yang ada di sekitar.
鈥淛angan terlalu cepat berpikir ke profit,鈥� tutur Audrey yang juga lulusan UNAIR.
Audrey menyebutkan, Indonesia merupakan pasar yang besar untuk pengembangan start-up. Ia berpendapat, bila pasar di Indonesia sudah dikuasai, maka bukan barang susah untuk menguasai pasar dunia.
“Riliv salah satu start-up yang bergerak di bidang jasa psikologi. Saya melihat peluang bahwa setiap orang pasti memiliki masalah. Riliv membuat sistem yang memadukan dunia digital dan dunia psikologi,鈥� ucap Audrey.
UNAIR merupakan kampus keempat yang disambangi oleh komunitas Start-up Geeks. Lainnya adalah Universitas Negeri Surabaya, Universitas Ciputra, dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya.
Dalam talkshow tersebut, peserta dan narasumber berdiskusi mengenai gagasan-gagasan yang bisa dijadikan embrio start-up digital. Mulai dari gagasan rumah impian, menjual perlengkapan hewan, dan urusan pemerintahan.
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina Sukma S





