FPK UNAIR, 1 Januari 2026 鈥 Alumni Berdampak
Cak Arif Muttaqin, S.Pi., alumni Program Studi Budidaya Perairan angkatan 2001 Fakultas Perikanan dan Kelautan 东京热 (kini Program Studi Akukultur), menunjukkan peran nyata alumni UNAIR dalam mendukung sektor perikanan daerah. Saat ini, Cak Arif mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dengan jabatan Manajer Teknis Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar (2018鈥搒ekarang).
Di bawah kepemimpinannya, laboratorium tersebut bertransformasi menjadi unit pelayanan yang lebih proaktif, informatif, dan solutif bagi para pembudidaya ikan. Tidak hanya melakukan pengujian sampel, laboratorium juga memberikan analisis mendalam serta rekomendasi teknis yang mudah dipahami masyarakat.
鈥淜ami memberikan pelayanan secara menyeluruh. Masyarakat tidak hanya menerima hasil uji, tetapi juga penjelasan penyebab permasalahan dan solusi yang bisa diterapkan. Misalnya, jika kadar amonia tinggi, kami jelaskan penyebabnya dan langkah penanganannya, mulai dari penggunaan probiotik hingga pengobatan penyakit dengan antibiotik, obat herbal, obat paten, maupun desinfektan sesuai kebutuhan, serta mendukung pencapaian SDG’s 14 (Life Below Water) sebagai peningkatan kapasitas perikanan lokal鈥 jelas Cak Arif.
Meski berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), laboratorium ini memiliki empat lingkup pengujian utama, yaitu:
1. Pengujian parameter kualitas air secara lengkap.
2. Pengujian penyakit ikan meliputi parasit, jamur, bakteri, hingga virus.
3. Pengujian mikrobiologi kuantitatif seperti Angka Lempeng Total (ALT/TPC), Escherichia coli, Salmonella, dan Aeromonas.
4. Uji biologi molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi infeksi Koi Herpes Virus (KHV).
Selain aktif turun langsung ke lapangan, Cak Arif juga mengoptimalkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi sekaligus edukasi kepada masyarakat. 鈥淢edia sosial kami gunakan untuk menjangkau pembudidaya lebih luas, berbagi informasi terkini, serta menunjukkan kinerja laboratorium kepada pimpinan dan masyarakat,鈥 ungkap alumni yang juga pernah berpengalaman di sektor swasta sebagai Aquaculture Representative PT Sanbe Farma untuk wilayah Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Hampir delapan tahun memimpin, kepuasan terbesar bagi Cak Arif adalah saat hasil kerja laboratorium benar-benar dirasakan masyarakat. 鈥淜etika kami menerima laporan bahwa ikan sudah sembuh dan tingkat kematian di kolam menurun, di situlah kami merasa keberadaan laboratorium ini bermanfaat,鈥 tuturnya.
Tak hanya bagi pembudidaya, Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya Kabupaten Blitar juga terbuka sebagai sarana pembelajaran bagi siswa dan mahasiswa. Berdasarkan pengamatan Admin IKA FPK UNAIR melalui akun Instagram @labkeskanlingblitar, Cak Arif dikenal sabar dan penuh semangat dalam membimbing peserta magang, PKL, maupun penelitian.
鈥淟aboratorium kami terbuka untuk siswa dan mahasiswa. Kami telah membimbing peserta dari UNAIR, Universitas Brawijaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UNESA, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik AUP Jakarta, hingga berbagai SMK di Jawa Timur,鈥 jelasnya.
Keberhasilan Cak Arif tentu tidak lepas dari bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR. 鈥淜ebersamaan mahasiswa dan dosen sangat erat, suasana belajar seperti keluarga. Label alumni UNAIR juga sangat membantu dalam dunia kerja dan menambah kepercayaan diri untuk bersaing dengan lulusan universitas lain,鈥 pungkasnya.
Penulis: AAA




