东京热

东京热 Official Website

Tahun SAGAVET 1986: Dari Dokter Hewan Menjadi Pengusaha Pertanian, Kisah Sukses Drh. H. Luhur Sediyoadi Menginspirasi Alumni

Klaten, 14 September 2026鈥� Empat puluh tahun perjalanan alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) angkatan 1986 atau SAGAVET 1986 menjadi momentum untuk kembali merajut silaturahmi sekaligus menatap masa depan bersama. Temu alumni yang berlangsung pada 12鈥�13 September 2026 di kediaman Drh. H. Luhur Sediyoadi di Klaten, Jawa Tengah, memiliki makna khusus. Selain mempertemukan kembali para alumni yang telah lama tidak berjumpa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier, kewirausahaan, serta peluang membangun kerja sama usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota angkatan.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah tuan rumah, Drh. H. Luhur Sediyoadi, seorang alumni SAGAVET 1986 yang berhasil mengembangkan kiprahnya di sektor pertanian dan dunia usaha. Ia merupakan pemilik PT CENTRA BIOTECH INDONESIA, perusahaan yang mengembangkan dan memasarkan berbagai produk yang telah digunakan oleh petani dan petambak di berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan Drh. Luhur menjadi gambaran bahwa pendidikan kedokteran hewan dapat menjadi fondasi yang luas bagi pengembangan karier. Kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah tidak selalu harus berujung pada profesi konvensional. Pengetahuan tentang biologi, kesehatan hewan, lingkungan, mikroorganisme, dan ekosistem dapat dikembangkan ke berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk pertanian dan perikanan. Keberhasilan Drh. Luhur membangun bisnis di bidang pertanian menunjukkan bagaimana pengetahuan, keberanian berwirausaha, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat dapat menjadi kombinasi penting dalam membangun usaha.

Produk-produk PT CENTRA BIOTECH INDONESIA yang telah digunakan petani dan petambak di berbagai daerah menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah gagasan bisnis dapat berkembang menjadi solusi yang dimanfaatkan secara luas. Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya inovasi dan kedekatan dengan kebutuhan pelaku usaha di sektor pangan. Bagi rekan-rekan satu angkatan, keberhasilan Drh. Luhur memiliki arti lebih dari sekadar pencapaian individu. Kisah tersebut menjadi contoh konkret bahwa alumni FKH 1986 memiliki potensi untuk berkembang di berbagai bidang dan mampu mengubah kompetensi yang dimiliki menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Pertemuan di rumah Drh. Luhur pun berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman. Para alumni tidak hanya bernostalgia tentang masa kuliah empat dekade lalu, tetapi juga mendiskusikan bagaimana pengalaman dan jaringan yang telah dibangun selama 40 tahun dapat dikonsolidasikan untuk menciptakan peluang baru. Salah satu topik yang mengemuka adalah peluang membentuk usaha bersama di antara anggota SAGAVET 1986. Gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa para alumni kini memiliki modal yang jauh lebih besar dibandingkan ketika pertama kali lulus, yakni pengalaman profesional, jaringan bisnis, kompetensi akademik, sumber daya, serta relasi yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Keberhasilan Drh. Luhur menjadi salah satu contoh bahwa modal tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus berdampak bagi masyarakat. Dari pengalaman tersebut, para alumni dapat belajar bahwa membangun bisnis bukan hanya mengenai modal finansial, tetapi juga kemampuan mengidentifikasi kebutuhan pasar, menciptakan solusi, membangun kepercayaan, serta menjaga keberlanjutan usaha. Dalam konteks pengembangan usaha bersama, pengalaman alumni seperti Drh. Luhur dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga. Alumni yang telah berhasil di dunia usaha dapat berbagi pengalaman mengenai strategi bisnis, pengelolaan organisasi, pengembangan produk, pemasaran, hingga membangun jaringan distribusi.

Sementara itu, alumni lain yang memiliki latar belakang akademik dan profesi dapat berkontribusi dari sisi ilmu pengetahuan, riset, pengembangan inovasi, maupun jejaring kelembagaan. Kolaborasi berbagai latar belakang tersebut berpotensi melahirkan model usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan keberlanjutan. Dari perspektif pendidikan, kisah Drh. Luhur juga menunjukkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat. Pendidikan formal yang diperoleh empat dekade lalu menjadi titik awal, sementara pengalaman lapangan menjadi ruang belajar berikutnya. Keberhasilan seorang alumni dapat menjadi sumber inspirasi bagi alumni lain dan generasi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Semangat tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Perjalanan Drh. Luhur membangun usaha di sektor pertanian memperlihatkan bagaimana kompetensi profesional dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif. Pengembangan bisnis yang berkelanjutan berpotensi menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat yang berada dalam rantai usaha. Kedua, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengembangan produk untuk mendukung kebutuhan petani dan petambak menunjukkan pentingnya inovasi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan. Dunia usaha yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan lapangan dapat menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang mendorong pembangunan sektor pangan. Ketiga, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Semangat membangun usaha bersama SAGAVET 1986 merupakan bentuk penguatan kemitraan berbasis jejaring alumni. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, petani, petambak, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Keberhasilan Drh. Luhur sekaligus memberikan perspektif penting bahwa alumni perguruan tinggi dapat memainkan peran lebih luas dalam pembangunan. Mereka tidak hanya menjadi tenaga profesional, tetapi juga dapat menjadi pengusaha, inovator, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi masyarakat. Empat puluh tahun setelah lulus, para alumni SAGAVET 1986 kini berada pada fase kehidupan ketika pengalaman menjadi aset yang sangat berharga. Jika pengalaman tersebut dipadukan dengan semangat kolaborasi, bukan tidak mungkin akan lahir berbagai inisiatif baru yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat. Temu alumni di Klaten akhirnya menjadi lebih dari sekadar reuni. Rumah Drh. H. Luhur Sediyoadi menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan seorang alumni yang berhasil mengembangkan bisnis di sektor pertanian sekaligus menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.

Dari perjalanan Drh. Luhur, SAGAVET 1986 memperoleh sebuah pelajaran penting: keberhasilan alumni tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa jauh pengetahuan dan usaha yang dibangun mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Kini, setelah 40 tahun perjalanan, tantangan SAGAVET 1986 adalah menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal kolektif. Gagasan membangun usaha bersama diharapkan tidak berhenti sebagai wacana reuni, tetapi berkembang menjadi langkah nyata yang dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah. Dengan semangat tersebut, perayaan 40 tahun SAGAVET 1986 bukan sekadar menengok masa lalu. Ia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa persahabatan, pengetahuan, dan pengalaman selama empat dekade dapat diubah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan bersama. Dan kisah Drh. H. Luhur Sediyoadi menjadi salah satu buktinya: dari seorang alumni FKH 1986, ia memilih jalan kewirausahaan, membangun bisnis di sektor pertanian, dan membawa produknya menjangkau petani serta petambak di berbagai penjuru Indonesia. Sebuah perjalanan yang layak menjadi inspirasi bagi lahirnya babak baru SAGAVET 1986.

Penulis,

Mufasirin (Dosen Divisi Parasitologi Veteriner FKH UNAIR)

AKSES CEPAT