东京热

东京热 Official Website

40 Tahun SAGAVET 1986: Merawat Persahabatan, Menyatukan Potensi, Membangun Kesejahteraan Alumni

Klaten, 14 September 2026 鈥� Empat puluh tahun setelah menempuh pendidikan dan membangun persahabatan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), para alumni FKH angkatan 1986 yang tergabung dalam SAGAVET 1986 kembali berkumpul di Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan temu alumni yang berlangsung pada 12鈥�13 September 2026 di kediaman Drh. H. Luhur Sediyoadi tersebut menjadi momentum istimewa untuk mempererat kembali tali silaturahmi sekaligus merancang peluang kerja sama bisnis demi meningkatkan kesejahteraan anggota angkatan. Pertemuan empat dekade tersebut tidak sekadar menjadi ajang reuni dan nostalgia. Setelah puluhan tahun menjalani perjalanan hidup, pendidikan, serta karier di berbagai bidang, para alumni melihat bahwa kebersamaan yang telah dibangun sejak masa kuliah merupakan modal sosial yang bernilai. Pengalaman, keahlian, jaringan, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing alumni dinilai dapat disatukan untuk menciptakan kegiatan produktif.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah alumni FKH 1986 dari Divisi Parasitologi yang kini berkiprah sebagai akademisi dan dosen, yakni Prof. Dr. Muchammad Yunus, drh., M.Si., Ph.D., Dr. Mufasirin, drh., M.Si., dan Dr. Agus Sunarso, drh., M.Sc. Kehadiran para akademisi tersebut memperkaya diskusi karena membawa perspektif pendidikan tinggi, ilmu kedokteran hewan, penelitian, serta pengalaman profesional yang diperoleh selama perjalanan karier. Kegiatan temu alumni ini diketuai oleh Dr. Agus Sunarso, drh., M.Sc. Di bawah koordinasi tersebut, pertemuan diarahkan tidak hanya untuk menghidupkan kembali komunikasi antaralumni, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir.

Salah satu agenda penting yang menjadi pembahasan adalah peluang membangun usaha bersama di antara alumni SAGAVET 1986. Gagasan tersebut muncul dari kesadaran bahwa usia empat puluh tahun perjalanan alumni telah menghasilkan beragam pengalaman dan jejaring yang apabila dikelola secara bersama dapat menjadi kekuatan ekonomi. Para alumni memiliki latar belakang dan kompetensi yang beragam. Sebagian memiliki pengalaman dalam bidang akademik dan penelitian, sebagian lainnya berkecimpung dalam praktik kedokteran hewan, pemerintahan, peternakan, dunia usaha, maupun bidang profesional lainnya. Keberagaman tersebut justru dipandang sebagai kekuatan untuk membangun sebuah ekosistem usaha yang saling melengkapi.

Konsep usaha bersama yang dibicarakan diharapkan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan alumni, bukan sekadar kegiatan komersial. Semangat yang dikembangkan adalah membangun usaha yang memiliki manfaat ekonomi bagi anggota sekaligus tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dari perspektif bisnis, jaringan alumni memiliki modal yang tidak selalu dimiliki oleh perusahaan rintisan pada umumnya, yaitu kepercayaan dan pengalaman yang telah terbangun selama puluhan tahun. Hubungan pertemanan sejak bangku kuliah dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi, sepanjang nantinya diperkuat dengan sistem bisnis yang profesional, transparan, dan akuntabel. Karena itu, pembentukan usaha bersama tidak cukup hanya didasarkan pada semangat kekeluargaan. Diperlukan pemetaan kompetensi alumni, identifikasi peluang pasar, kajian kelayakan usaha, model permodalan, struktur organisasi, tata kelola, serta mekanisme pembagian manfaat yang jelas. Dengan pendekatan tersebut, gagasan yang lahir dari pertemuan dapat berkembang menjadi usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, keterlibatan para alumni yang kini menjadi dosen menunjukkan bahwa jejaring SAGAVET 1986 juga memiliki dimensi pendidikan dan transfer pengetahuan. Empat dekade perjalanan akademik dan profesional dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya. Pengalaman para alumni senior dapat ditularkan kepada mahasiswa dan lulusan muda melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti mentoring, kuliah tamu, diskusi profesi, kewirausahaan, penelitian kolaboratif, maupun pengembangan jejaring industri. Dengan demikian, temu alumni tidak berhenti sebagai kegiatan internal angkatan, tetapi dapat menjadi jembatan antara pengalaman alumni dan kebutuhan generasi muda.

Kegiatan SAGAVET 1986 tersebut juga memiliki relevansi kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Sedikitnya terdapat tiga tujuan utama yang dapat dikaitkan dengan semangat pertemuan tersebut. Pertama, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Gagasan membangun usaha bersama merupakan upaya mengoptimalkan potensi ekonomi alumni melalui kegiatan produktif. Jika diwujudkan secara profesional, usaha tersebut dapat menciptakan nilai ekonomi, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Kedua, SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Kehadiran alumni yang berkiprah sebagai dosen menunjukkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama empat dekade dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda. Jejaring alumni dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, profesi, dan dunia usaha. Ketiga, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Gagasan usaha bersama merupakan bentuk nyata pembangunan kemitraan. Kolaborasi antaralumni berpotensi dikembangkan lebih luas dengan melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, organisasi profesi, komunitas peternakan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dari sudut pandang pendidikan dan bisnis, kekuatan utama SAGAVET 1986 bukan semata-mata terletak pada jumlah anggotanya, melainkan pada modal pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan kepercayaan yang telah terakumulasi selama 40 tahun. Temu alumni di Klaten akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan empat dekade. Ia menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan masa lalu sekaligus menyusun agenda masa depan. Persahabatan yang dibangun sejak 1986 kembali dipertemukan dengan gagasan baru tentang bagaimana alumni dapat saling menguatkan secara ekonomi dan profesional.

Di kediaman Drh. H. Luhur Sediyoadi, selama dua hari para alumni SAGAVET 1986 merajut kembali komunikasi yang mungkin sempat terputus oleh jarak dan kesibukan. Namun, dari pertemuan tersebut lahir pesan yang jauh lebih besar: usia 40 tahun bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru kolaborasi. Jika gagasan usaha bersama dapat diwujudkan dengan tata kelola yang profesional, SAGAVET 1986 berpeluang menjadikan ikatan alumni sebagai kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan pendidikan. Dengan pengalaman empat dekade sebagai modal, para alumni kini memiliki kesempatan untuk bergerak dari sekadar 鈥渂ertemu kembali鈥� menjadi 鈥渂ertumbuh bersama.鈥�

Penulis,

Mufasirin (Dosen Divisi Parasitologi Veteriner FKH UNAIR)

AKSES CEPAT