Guangzhou, 17 Agustus 2026 鈥 Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 (FKH UNAIR) terus memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional melalui program Staff Outbound di South China Agricultural University (SCAU), China. Salah satu agenda akademik yang diikuti adalah 鈥淪eminar on the Development of Small Animal Veterinary Specialty in the Greater Bay Area鈥, yang membahas perkembangan pendidikan, pelayanan klinis, dan sistem spesialisasi kedokteran hewan kecil di kawasan Guangdong鈥揌ong Kong鈥揗acao Greater Bay Area.
Delegasi FKH UNAIR dalam kegiatan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Mochamad Lazuardi, drh., M.Si., Dr. Rochmah Kurnijasanti, drh., M.Si., serta Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D., AHVet. Partisipasi dalam seminar menjadi bagian dari upaya FKH UNAIR untuk memperoleh perspektif internasional mengenai perkembangan kedokteran hewan hewan kesayangan serta peluang pengembangan pendidikan klinis veteriner.
Seminar turut dihadiri oleh Prof. Sun Jian, Dean of the College of Veterinary Medicine, South China Agricultural University (SCAU). Kehadiran pimpinan College of Veterinary Medicine SCAU membuka ruang dialog akademik mengenai perkembangan pendidikan veteriner, kebutuhan kompetensi klinis yang semakin spesifik, serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit hewan, organisasi profesi, dan industri.
Mendalami Perkembangan Spesialisasi Veteriner Hewan Kecil
Perkembangan populasi hewan kesayangan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan veteriner berkualitas mendorong perubahan besar dalam praktik kedokteran hewan. Dokter hewan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis dasar, tetapi juga kemampuan yang semakin mendalam pada berbagai bidang spesialisasi.
Melalui seminar ini, delegasi FKH UNAIR memperoleh wawasan mengenai pengembangan small animal veterinary specialty, termasuk pentingnya pendidikan klinis berkelanjutan, peningkatan kompetensi dokter hewan, penguatan layanan rujukan, pemanfaatan teknologi diagnostik, serta integrasi antara pendidikan akademik dengan kebutuhan praktik klinis.
Kawasan Greater Bay Area menjadi salah satu contoh kawasan dengan perkembangan layanan kesehatan hewan dan industri hewan kesayangan yang dinamis. Ekosistem akademik, pelayanan klinis, riset, serta industri yang saling terhubung memberikan peluang besar bagi pengembangan kedokteran hewan berbasis spesialisasi.
Bagi FKH UNAIR, pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam mengembangkan pendidikan kedokteran hewan yang adaptif terhadap perkembangan profesi dan kebutuhan masyarakat. Diskusi selama seminar juga memberikan perspektif mengenai bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam menyiapkan dokter hewan dengan kemampuan klinis yang kuat sekaligus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Membuka Peluang Kolaborasi Akademik
Pertemuan dengan akademisi dan pimpinan College of Veterinary Medicine SCAU menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kedua institusi. Potensi kerja sama dapat dikembangkan dalam bentuk pertukaran staf dan mahasiswa, seminar bersama, pendidikan dan pelatihan klinis, riset kolaboratif, serta pengembangan kompetensi di bidang kedokteran hewan kecil.
Program Staff Outbound juga menjadi sarana bagi dosen FKH UNAIR untuk melakukan benchmarking terhadap perkembangan pendidikan dan layanan veteriner internasional. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan dan diimplementasikan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta pelayanan kepada masyarakat di FKH UNAIR.
Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut juga membawa semangat tersendiri bagi delegasi. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui penguatan kapasitas akademik, keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global, serta kontribusi aktif dalam membawa pendidikan kedokteran hewan Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional.
Mendukung Sustainable Development Goals
Kegiatan Staff Outbound dan seminar internasional ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama: SDG 3 鈥 Good Health and Well-being, melalui peningkatan pengetahuan dan kompetensi dalam pelayanan kesehatan hewan serta penguatan kesehatan masyarakat dalam kerangka One Health. SDG 4 鈥 Quality Education, melalui pengembangan kapasitas akademik dosen, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan pengalaman internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran hewan. SDG 9 鈥 Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengenalan terhadap perkembangan teknologi, inovasi diagnostik, serta sistem pelayanan klinis dan spesialisasi veteriner. SDG 17 鈥 Partnerships for the Goals, melalui perluasan jejaring dan penguatan potensi kerja sama internasional antara FKH UNAIR, South China Agricultural University, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kedokteran hewan.
Melalui partisipasi dalam 鈥淪eminar on the Development of Small Animal Veterinary Specialty in the Greater Bay Area鈥, FKH UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat internasionalisasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta membangun jejaring global guna mendukung kemajuan pendidikan dan profesi kedokteran hewan di Indonesia.
Penulis : Rochmah Kurnijasanti




