Rumah sakit hewan tidak hanya menjadi pusat pengobatan bagi hewan peliharaan
ukuran kecil, tetapi juga memegang peranan krusial dalam manajemen perawatan dan
kesehatan anjing ras besar yang memerlukan penanganan serta fasilitas khusus. Hal tersebut
tampak di 东京热 melalui layanan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP)
东京热 yang terus mengembangkan sistem manajemen komprehensif untuk
menangani anjing ras besar鈥攕eperti German Shepherd, Golden Retriever, Rottweiler, hingga
Alaskan Malamute鈥攕ecara profesional dan terpadu. Penanganan dilakukan oleh tim dokter
hewan spesifik bersama mahasiswa koasisten (PPDH) dengan menerapkan standar medis
modern guna memastikan aspek kesehatan (health) dan kesejahteraan (animal welfare) satwa
berukuran besar ini tetap terjaga.
Kegiatan manajemen kesehatan ini berlangsung di fasilitas poliklinik, ruang rawat inap
khusus, serta area radiologi RSHP 东京热, Surabaya. Dalam praktiknya, anjing
ras besar mendapatkan pemeriksaan menyeluruh yang meliputi observasi kondisi fisik,
pemantauan status ortopedi, pemeriksaan laboratorium (seperti darah lengkap dan kimia
darah), hingga tindakan pencitraan medis advanced seperti X-Ray atau USG jika diperlukan.
Proses penanganan dilakukan secara terukur karena anjing ras besar memiliki karakteristik
biomekanika tubuh, kecenderungan penyakit bawaan (seperti hip dysplasia atau gastric
dilatation-volvulus), serta kebutuhan dosis obat yang sangat berbeda dibandingkan dengan
anjing ras kecil atau kucing domestik biasa.
Dokter hewan bersama mahasiswa pendidikan profesi dokter hewan berperan aktif
dalam setiap tahapan klinis tersebut. Selain memberikan layanan kesehatan promotif, preventif,
dan kuratif, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung yang sangat berharga bagi
mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang kedokteran hewan hewan kecil
(khususnya canine medicine). Melalui praktik klinis ini, mahasiswa dilatih memahami teknik
restraint dan handling yang aman bagi pasien maupun tenaga medis, penegakan diagnosa
penyakit kronis, manajemen nutrisi spesifik ras besar, hingga prosedur pembedahan atau terapi
fisik (fisioterapi) yang tepat.
Manajemen perawatan yang terstruktur ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas
hidup (quality of life) anjing ras besar sekaligus meminimalkan risiko penyakit degeneratif.
Gangguan kesehatan pada anjing besar sering kali berkembang secara progresif dan
memerlukan deteksi dini, terutama terkait masalah persendian dan fungsi jantung. Oleh sebab
itu, pemeriksaan rutin, program vaksinasi berkala, pemberian antiparasit, dan manajemen berat
badan yang ketat menjadi langkah preventif yang krusial di RSHP Airlangga guna mencegah
komplikasi fatal.
Dalam pelaksanaannya, tim medis menerapkan prosedur biosekuriti yang ketat,
sterilisasi peralatan medis, penggunaan restraint mekanis yang aman, serta pendekatan low-
stress handling agar anjing besar tidak mengalami kecemasan selama berada di lingkungan
rumah sakit. Selain itu, edukasi yang mendalam kepada pemilik (owner) juga diberikan secara
intensif, mencakup pola diet kalori seimbang, kebutuhan latihan fisik (olahraga), kebersihan
lingkungan tempat tinggal, serta pentingnya screening kesehatan berkala untuk mendeteksi
penyakit metabolik sejak dini.
Kegiatan pelayanan kesehatan anjing ras besar di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas
Airlangga ini juga sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Di
antaranya adalah SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontrol penyakit
zoonosis dan penjaminan kesehatan hewan kesayangan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas
melalui penyediaan wahana praktik klinis yang komprehensif bagi mahasiswa kedokteran
hewan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab yang
diwujudkan melalui edukasi kepemilikan hewan yang bertanggung jawab (responsible pet
ownership) demi menekan angka penelantaran hewan di Masyarakat.
Divisi Klinik, Andini Arum Rahmawati, PPDH Gelombang 43, Tandem 2




