SURABAYA 鈥 Komitmen untuk menyelamatkan setiap nyawa makhluk hidup tanpa pandang bulu kembali ditunjukkan oleh tim medis Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) 东京热 bersama mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan 东京热 (PPDH UNAIR). Salah kasus yang pernah ditangani adalah trauma ortopedi berat yang menimpa seekor kucing domestik akibat kecelakaan luar. Rahma Fauzianisa, salah satu mahasiswa PPDH UNAIR yang sedang menjalani kegiatan koasistensi divisi klinik, berkontribusi langsung dalam membantu tim bedah RSHP UNAIR melaksanakan operasi untuk mengembalikan mobilitas sang kucing, juga dalam perawatan pasca-operasi. Kegiatan penanganan pasien yang mengalami trauma ortopedi secara langsung dapat meningkatkan keterampilan serta memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa PPDH聽UNAIR untuk memahami tanggung jawab seorang dokter hewan dalam mengambil langkah-langkah serta keputusan agar dapat memberikan pemulihan maksimal bagi pasien. Melakukan pemantauan dan manajemen perawatan pada pasien pasca-operasi juga penting sebagai salah satu bekal bagi mahasiswa PPDH untuk memahami lebih dalam prinsip animal welfare dan tanggung jawab profesi dokter hewan.
Melalui metode pembelajaran langsung di RSHP selama masa koasistensi divisi klinik, mahasiswa memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang menjadi wujud nyata implementasi SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas). Di samping itu, aktivitas pembelajaran ini secara inheren mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui penanganan kesehatan hewan yang komprehensif, program ini berkontribusi dalam menjaga kesejahteraan hewan, serta memperkuat konsep One Health yang mengintegrasikan聽kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Divisi Klinik, Rahma Fauzianisa, PPDH Gelombang 43, Tandem 2B




