东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa FIB UNAIR Raih Juara 1 Lomba Fotografi Nasional

Potret Muhammad Reza Tyaga Wistara Simaela, mahasiswa Program Studi Bahasa danSastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya 东京热 angkatan 2025

FIB NEWS 鈥 Mahasiswa 听 东京热 (FIB UNAIR),听 Reza Tyaga Wistara Simaela, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Fotografi Nasional. Kompetisi diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa ManifesT Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dengan mengangkat tema kesehatan mental sebagai fokus utama karya.

Reza mengungkapkan bahwa tema tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kondisi kesehatan mental tidak mudah divisualisasikan dalam sebuah foto. “Kesehatan mental merupakan hal yang susah untuk difoto. Saya harus mencari cara agar emosi yang ingin disampaikan tetap bisa terlihat melalui visual,” ujarnya.

Motivasi Berkarya

Keikutsertaan Reza dalam kompetisi tersebut berangkat dari minatnya di bidang fotografi sekaligus keinginannya menambah pengalaman mengikuti perlombaan. Ia mengaku belum pernah meraih prestasi pada bid ang fotografi semasa sekolah sehingga kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang selama ini ditekuni.

Fotografi juga menjadi bagian dari rencana karier yang ingin ia bangun pada masa mendatang. “Saya memang suka fotografi dan ingin terus mengembangkan kemampuan ini. Ke depan saya juga memiliki rencana untuk bekerja sebagai fotografer di luar negeri, jadi mengikuti lomba seperti ini menjadi salah satu proses belajar,” jelasnya.

Makna Karya

Karya berjudul 鈥One More Application鈥 mengangkat keresahan pencari kerja yang terus mengirimkan lamaran pekerjaan di tengah ketidakpastian memperoleh kesempatan bekerja. Melalui foto tersebut, Reza berupaya menggambarkan tekanan psikologis yang dialami seseorang ketika terus menghadapi penolakan sekaligus mempertahankan harapan untuk mencoba kembali.

Menurutnya, isu tersebut relevan dengan kondisi yang banyak dihadapi masyarakat saat ini. “Orang itu terus mengirim lamaran karena berharap ada satu kesempatan yang diterima. Di balik tombol submit sebenarnya ada rasa takut ditolak lagi, tetapi juga ada keberanian untuk mencoba sekali lagi,” tuturnya.

Proses Kreatif

Ide karya lahir setelah beberapa kali melakukan pemotretan di lokasi yang berbeda, tetapi belum menghasilkan visual yang sesuai dengan konsep yang diinginkan. Reza kemudian menemukan lokasi di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya yang dinilai mampu memperkuat suasana emosional dalam fotonya.

Ia menjelaskan bahwa proses tersulit justru berada pada penentuan lokasi, sudut pengambilan gambar, dan arahan pose model. Menurutnya, ketiga unsur tersebut menentukan emosi yang akan ditangkap penonton melalui sebuah foto. “Kalau pengambilan gambar, tempat, atau ekspresinya tidak tepat, pesan yang ingin disampaikan juga tidak akan sampai,” ungkapnya.

Prestasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education dengan mendorong pengembangan potensi mahasiswa melalui kompetisi kreatif di tingkat nasional.

Penulis: Nuriya Ramadloni

Editor: Priska Dwita Aulia

AKSES CEPAT