东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa FIB UNAIR Ciptakan Aplikasi Surabasa Guna Kenalkan Boso Suroboyoan聽

Fitur Kamus Kata pada Prototipe Aplikasi Surabasa (dok. FIB UNAIR)

FIB NEWS – Virtual Project Exhibition 2026 melahirkan berbagai inovasi pembelajaran bahasa berbasis teknologi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di Ruang Prapanca A & B, , 东京热 (FIB UNAIR). Kegiatan tersebut diadakan dalam bentuk pameran pendidikan sebagai hasil luaran mata kuliah Virtual Learning and Language Assessment (VLLA) bagi mahasiswa tingkat atas.

Salah satu proyek yang dipamerkan ialah Surabasa, aplikasi berbasis teknologi Augmented Reality (AR) karya kelompok kelas A yakni kelompok empat yang hadir sebagai solusi bagi pendatang di Surabaya dalam mempelajari bahasa lokal Surabaya secara interaktif. Aurania, salah satu perwakilan kelompok memaparkan bahwa Surabasa didesain dengan antarmuka (user interface).

鈥淎plikasi Surabasa memberikan solusi bagi pendatang di Kota Surabaya yang sering kesulitan memahami atau beradaptasi dengan Bahasa Suroboyoan atau bahasa lokal. Jadi, nantinya mereka bisa belajar bahasa lokal Surabaya yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat dengan cara yang nyaman,鈥 ungkapnya. 

Hadir sebagai Solusi Pembelajaran Boso Suroboyoan 

Berangkat dari persoalan pendatang yang kesulitan beradaptasi dengan bahasa lokal di Surabaya atau Boso Suroboyoan hingga membutuhkan waktu bertahun-tahun tersebut menjadi latar belakang terciptanya Surabasa sebagai prototipe aplikasi pembelajaran bahasa lokal. Aplikasi ini terancang dengan konsep yang terinspirasi dari aplikasi Duolingo sehingga menghadirkan berbagai fitur pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi) seperti fitur leaderboard, kamus kata, dan latihan untuk memudahkan pengguna mempelajari Boso Suroboyoan. 

Selain itu, kelompok empat mengembangkan prototipe Surabasa dengan konsep antarmuka (user interface) menggunakan bantuan Figma AI yang menyerupai aplikasi pembelajaran bahasa interaktif sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih praktis bagi pengguna. Aurania dan kelompok berharap Surabasa dapat terus dikembangkan menjadi aplikasi yang bermanfaat secara komprehensif, mengingat belum banyak platform serupa yang secara khusus berfokus pada pembelajaran Boso Suroboyoan atau bahasa lokal Surabaya ini.  

鈥淎plikasi Surabasa adalah inovasi karena jarang ada aplikasi seperti ini. Sejauh ini, kami belum pernah menemukan yang serupa. Jika kami mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan bisa melanjutkannya, kami harap kami bisa. Tetapi, karena kami merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris kami memiliki sedikit kendala dalam hal pemrograman,鈥 tuturnya. 

Meski demikian, inovasi aplikasi pembelajaran bahasa lokal tersebut merupakan prototipe yang telah dirancang sejak tahap penyusunan proposal Ujian Akhir Semester (UAS) dan masih memerlukan proses pengembangan. Oleh karena itu, kerja keras dan kegigihan kelompok empat terbayarkan dengan hasil akhir berupa Surabasa, inovasi pembelajaran bahasa berbasis AR guna membantu para pendatang dalam beradaptasi dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat menggunakan Boso Suroboyoan. 

Penulis: Amelia Farah P.I

Editor: Putri Andini 

AKSES CEPAT