UNAIR NEWS 鈥 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Penyalahgunaan NAPZA dan Penyebaran HIV/AIDS () 东京热 (UNAIR) menggelar Seminar Nasional Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026 bertajuk 鈥淵our Life Matters: Say No to Tobacco!鈥. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (31/5/2026) secara luring di Ruang 2.08 Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C UNAIR, serta daring melalui Zoom Meeting.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Penyuluh Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur Ahmad Syahirul Basyir SPd dan alumnus Fakultas Kedokteran UNAIR sekaligus Ruangguru Clash of Champions Participant, Arin Nahda Zhafira SKed. Keduanya membahas berbagai persoalan terkait bahaya rokok dan narkotika serta pentingnya membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari zat adiktif.
Bahaya Rokok bagi Kesehatan
Arin menjelaskan bahwa dampak merokok bersifat sistemik karena dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh secara bersamaan. Menurutnya, banyak perokok tidak menyadari dampak tersebut karena gejalanya sering muncul secara perlahan.
Arin menuturkan bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyempitan saluran napas, hingga kanker paru. Selain itu, kandungan nikotin dan karbon monoksida juga meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung.
鈥淪ekitar 90 persen kasus kanker paru berkaitan dengan kebiasaan merokok. Dampaknya tidak hanya pada paru-paru, tetapi juga jantung, rongga mulut, ginjal, hingga kesehatan reproduksi,鈥 jelas Arin.
Arin menambahkan bahwa berhenti merokok memerlukan kombinasi pendekatan psikososial, terapi medis, dan dukungan dari lingkungan terdekat. 鈥淒ukungan keluarga dan teman menjadi faktor yang sangat penting dalam proses berhenti merokok,鈥 ujarnya.
Waspada Ancaman Narkotika
Sementara itu, Syahir menjelaskan bahwa narkotika merupakan zat yang dapat menurunkan kesadaran, memicu halusinasi, serta menimbulkan ketergantungan. Ia menyebut ganja, sabu, dan ekstasi sebagai tiga jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di masyarakat.
Menurut Syahir, penyalahgunaan narkotika umumnya berawal dari rasa ingin mencoba yang kemudian berkembang menjadi penggunaan rutin hingga berujung pada kecanduan. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga dapat menyeret seseorang ke dalam persoalan hukum.
鈥淏anyak kasus berawal dari coba-coba. Ketika seseorang sudah masuk dalam lingkaran adiksi, dampaknya bisa meluas hingga memengaruhi keluarga, pendidikan, dan masa depan,鈥 ungkapnya.
Syahir mengajak peserta untuk membangun kesadaran mengenai bahaya narkotika serta berani menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya merangkul penyalahguna narkotika agar memperoleh pendampingan dan rehabilitasi yang tepat. 鈥淧encegahan narkoba membutuhkan peran bersama, baik dari keluarga, lingkungan, maupun masyarakat,鈥 pungkas Syahir.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





