1. Latar Belakang
Ulkus kaki diabetik (Diabetic Foot Ulcer/DFU) merupakan salah satu komplikasi diabetes yang sering menyebabkan infeksi, amputasi, hingga penurunan kualitas hidup. Banyak pasien belum mampu melakukan perawatan luka secara mandiri karena kurangnya pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan dukungan. Oleh karena itu, diperlukan model keperawatan supportive-educative berbasis promosi kesehatan yang dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan luka secara mandiri. ()
2. Tujuan Penelitian
Mengembangkan model keperawatan supportive-educative berbasis promosi kesehatan untuk meningkatkan kemandirian pasien ulkus kaki diabetik dalam melakukan perawatan luka secara mandiri. ()
3. Metode Penelitian
- Desain: Cross-sectional study.
- Pendekatan: Kuantitatif.
- Populasi: Pasien dengan ulkus kaki diabetik.
- Teknik pengambilan sampel: Tidak dijelaskan pada metadata artikel.
- Analisis data: Menggunakan analisis statistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian perawatan luka dan menyusun model supportive-educative berbasis promosi kesehatan. ()
4. Hasil Penelitian
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pasien dalam melakukan perawatan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Pengetahuan pasien mengenai perawatan luka.
- Self-care atau kemampuan merawat diri.
- Dukungan keluarga.
- Edukasi dari tenaga kesehatan.
- Promosi kesehatan yang berkelanjutan.
Model supportive-educative yang dikembangkan mampu menjadi kerangka intervensi keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, keterampilan, dan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan luka sehingga diharapkan dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi risiko komplikasi. ()
5. Kesimpulan
Model keperawatan supportive-educative berbasis promosi kesehatan dapat digunakan sebagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan kemampuan pasien ulkus kaki diabetik dalam melakukan perawatan luka secara mandiri. Model ini mendukung peningkatan self-care serta berpotensi meningkatkan hasil klinis pasien. ()
6. Implikasi Keperawatan
- Perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan self-care pasien.
- Program edukasi yang terstruktur dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan luka.
- Dukungan keluarga perlu dilibatkan dalam proses edukasi.
- Model ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan standar pelayanan keperawatan pasien dengan ulkus kaki diabetik. ()
7. Kelebihan Penelitian
- Mengembangkan model keperawatan yang berfokus pada promosi kesehatan.
- Relevan untuk praktik keperawatan komunitas dan perawatan luka.
- Menekankan pemberdayaan pasien agar lebih mandiri.
- Memiliki potensi untuk diterapkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. ()
8. Keterbatasan Penelitian
- Menggunakan desain cross-sectional, sehingga tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat.
- Generalisasi hasil mungkin terbatas pada karakteristik sampel penelitian.
- Efektivitas model masih memerlukan pengujian melalui penelitian eksperimental atau longitudinal. ()
9. Kritik Peneliti (Critical Appraisal)
Kekuatan:
- Topik sangat relevan dengan tingginya angka komplikasi diabetes.
- Mengintegrasikan teori promosi kesehatan dengan pendekatan supportive-educative dalam praktik keperawatan.
- Memberikan dasar pengembangan intervensi edukasi yang berpusat pada pasien.
Kelemahan:
- Desain cross-sectional belum dapat membuktikan efektivitas model secara langsung.
- Dibutuhkan uji intervensi (misalnya randomized controlled trial atau quasi-experimental) untuk memastikan bahwa model benar-benar meningkatkan kemandirian pasien dan mempercepat penyembuhan luka.
Referensi:
Manalu, N. V., Yunitasari, E., Sriyono, S., Nursalam, N., Efendi, F., & Elon, Y. (2026). Development of a supportive-educative nursing model based on health promotion for independent wound care in diabetic foot ulcer patients: A cross-sectional study. International Journal of Nursing Studies Advances, 10, Article 100504.
- Penulis: Novita Verayanti Manalu, Esti Yunitasari, Sriyono, Nursalam, Ferry Efendi, Yosef Elon
- Jurnal: International Journal of Nursing Studies Advances
- Tahun: 2026
- Volume: 10
- Nomor Artikel: 100504
- DOI: 10.1016/j.ijnsa.2026.100504 ()





