Saya melihat tayangan sosial media tentang muculnya tayangan poster sebuah film berjudul 鈥淧asukan 1000 Janda,鈥 saya tertarik melihat ada anak muda yang bereaksi tentang film itu sambil membelalakkan matanya mengatakan 鈥渢ernyata film itu tentang sejarah !!!鈥. Meskipun tidak bisa digeneralisir bahwa semua anak-anak muda tidak tahu sejarah bangsa sendiri, reaksi anak muda itu menunjukkan bahwa dia tidak tahu sejarah. Namun jujur baik generasi muda dan tuapun di negeri kita melupakan sejarah.
Sejarah di negara-negara yang besar seperti Rusia dan Iran (dan banyak lagi) 鈥 bukan hanya dianggap kejadian masa lalu 鈥 namun dijadikan kebanggaan diri bangsa kedepannya. Sejarah bangsanya dijadikan sebagai referensi untuk bertahan hidup dan merencanakan kemajuan bangsa kedepan. Para pemimpin, politisi, akademisi Iran dalam konflik dengan Israel dan Amerika Serikat selalu berani menepuk dada 鈥渂ahwa kami adalah bangsa yang berusia lebih dari 5.000 tahun鈥. Para pemimpin Rusia juga selalu memberi warning, peringatan kepada negara-negara barat 鈥渏angan macam-macam dengan Rusia, kami adalah bangsa yang memiliki sejarah ribuan tahun鈥
Karena itu dikedua negara yang saya pakai sebagai contoh itu, sejarah bangsanya sudah melekat dalam-dalam di pikiran semua generasinya. Misalnya anak-anak muda Rusia pasti tahu siapa itu Marsekal Zukov yang memimpin pasukan Rusia menaklukkan Nazi Jerman dan menguasai Berlin. Bangsa Rusia juga faham sejarah negaranya di invasi Napoleon Bonaparte dari Perancis, mereka juga faham the Battle of Stalingrad jaman Perang Dunia II yang menewaskan puluhan juta pasukan Rusia.
Seorang wanita cantik, dosen dari University of Alexandria Mesir menjadi teman saya sejak bertemu pada acara Kongres Internasional ICSB 鈥 International Council For Small Business di Hotel Kempinsky, Kairo Mesir tahun 2019 menulis di akun FB nya: 鈥淗istory Is Not Study of The Past, But It is the Study of the Present is Produced鈥.
Saya terharu melihat poster film yang akan ditayangkan bioskop seluruh Indonesia 鈥淧asukan 1.000 Janda鈥 itu, karena itu merupakan film kolosal tentang sejarah bangsa terutama sejarah kegigihan, keberanian wanita Aceh melawan penjajah. Saya memberikan apresiasi kepada pembuat film itu karena berani melawan produksi film mainstream yang kebanyakan tentang cerita cinta dan horror, yaitu tentang sejarah bangsa.
Generasi muda Indonesia perlu tahu bahwa perang merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda di Indonesia dilakukan oleh berbagai kesultanan, raja di kepulauan Nusantara ini, ada perang Diponegoro di Jawa Tengah, perang Imam Bonjol di Sumatra Barat, ada lagi Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan, di mana atas kegigihannya, Belanda memberi Julukan de Haantjes van Het Oosten yang berarti 鈥淎yam Jantan dari Timur鈥. Julukan itu diberikan kepada Sultan Hasanuddin karena semangat dan keberaniannya dalam menentang monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan oleh VOC. Dari sekian banyak perang melawan penjajah Belanda itu ada perang Aceh yang terkenal karena sulitnya Belanda menaklukkan rakyat Aceh.
Menurut Britanica: 鈥The Dutch, considering Aceh as within their sphere of influence, decided to conquer the area and sent two expeditions to Aceh in 1873. The palace was seized and shortly afterward the Acehnese sultan died. The Dutch suspended military operations and concluded a treaty with the new sultan, who recognized Dutch sovereignty over the area. He was unable to control his subjects, however, and Dutch forces became involved in a prolonged guerrilla war in the countryside. This war, however, drained the colonial treasury, and public opinion in the Netherlands became increasingly critical of the colonial administration.鈥 (Belanda, menganggap Aceh sebagai dalam lingkup pengaruh mereka, memutuskan untuk menaklukkan daerah itu dan mengirim dua ekspedisi ke Aceh pada tahun 1873. Istana di Aceh direbut dan tak lama kemudian sultan Aceh meninggal. Belanda menghentikan operasi militer dan menyimpulkan perjanjian dengan sultan baru, yang mengakui kedaulatan Belanda atas daerah tersebut. Namun, ia tidak dapat mengendalikan rakyatnya, dan pasukan Belanda terlibat dalam perang gerilya yang berkepanjangan di pedesaan. Perang ini, bagaimanapun, menguras kas kolonial, dan opini publik di Belanda menjadi semakin kritis terhadap administrasi kolonial.)
Salah satu pahlawan perang Aceh itu adalah Admiral Keumalahayati 鈥 kata literatur barat, atau Laksamana Keumalahayati yang kegigihannya melawan penjajah dijadikan film 鈥淧asukan 1.000 Janda鈥 itu. Nama Keumalahayati pernah menggema di hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 22 November 2023 di Paris, Prancis. Ia merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang hari lahirnya ditetapkan sebagai hari perayaan internasional oleh UNESO. Ini adalah bentuk penghargaan internasional kepada sang Laksamana.
Bak film Hollywood, Laksamana Keumalahayati yang merupakan Laksamana perempuan pertama di dunia Angkatan Laut itu 鈥 membentuk pasukan yang semuanya perempuan, para janda yang suaminya gugur di perang aceh dan diberi nama 鈥淚nong Balee鈥. Kata literatur barat: 鈥淜eumalahayati (1585-1604) was an admiral in the navy of the Aceh Sultanate. She was the first woman admiral in the modern world (if Artemisia I is not included). Her troops were drawn from Aceh’s widows and the army named the “Inong Balee”, after the Inong Balee Fortress near the city of Banda Aceh. She was a daughter of Admiral Machmud Syah of (Aceh Empire). After graduating from Pesantren, an Islamic school, and at Aceh Royal Military Academy, known as Ma鈥檋ad Baitul Maqdis鈥.
Perempuan Tangguh ini memimpin 2000 orang pasukan Inong Bale berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599. Pada peperangan itu ia berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Keumalahayati merupakan Pahlawan Nasional yang diakui atas keberanian, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam membela tanah air.
Ia dibesarkan di wilayah yang terkenal dengan tradisi maritim kuat. Mengenal dunia peperangan laut sejak usia muda, ia belajar dari ayahnya, Laksamana Mahmud Syah. Laksamana Mahmud Syah adalah seorang panglima angkatan laut armada Aceh yang terampil dan dihormati. Pasukannya ditakuti oleh Belanda di perairan pesisir Aceh Besar serta Selat Malaka.
Berbekal kemampuan yang didapat ketika menimba ilmu di Mahad Baitul Maqdis, Malahayati melatih Inong Balee menjadi pasukan tempur. Sultan Aceh kemudian mendaulatnya sebagai panglima armada laut alias laksamana dan merupakan perempuan pertama di dunia yang menyandang jabatan itu. Sultan juga membekali pasukan Inong Balee dengan 100 unit kapal perang ukuran besar berkapasitas masing-masing 400 pasukan. Pasukan Inong Balee mulai dilibatkan dalam beberapa peperangan melawan Portugis dan Belanda.
Jauh sebelum UNESCO memberi penghargaan, nama Laksamana Keumalahayati disematkan sebagai nama salah satu kapal perang TNI-Angkatan Laut (AL). Namanya juga dijadikan sebagai nama pelabuhan di Desa Lamreh Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.Penghargaan dari UNESCO ini telah membuka mata dunia akan jasa perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Bangsa Indonesia kalau ingin menjadi besar, maka harus tahu sejarah bangsanya sendiri yang sebenarnya memiliki masa-masa kejayaan dan perjuangan yang panjang.
Menurut penulis terkenal Amerika Serikat bahwa 鈥淗istory is not the past. It is the present. We carry our history with us. We are our history. If we pretend otherwise, we are literally criminals (Sejarah bukanlah masa lalu. Itu adalah masa kini. Kita membawa sejarah kitu bersama kita. Kita sebenarnya adalah sejarah kita sendiri. Jika kita berpura-pura sebaliknya, kita benar-benar penjahat.)





