UNAIR NEWS 鈥 Kepemimpinan mempunyai klasifikasi yang berbeda-beda, bergantung pada teori yang dikemukakan. Salah satunya adalah kepemimpinan transformatif. Mendiskusikan perihal itu, Pascasarjana (UNAIR) menyelenggarakan Guest Lecture yang bertajuk 鈥淒esentralisasi Kesehatan dan Kepemimpinan Transformatif鈥. Tepatnya pada Sabtu (16/3/2022) via Zoom Meeting.
Dalam kesempatan itu, hadir dr Betty Roosihemiatie MPSH Ph D, selaku Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam segmen kedua, Ia menerangkan bahwa kepemimpinan mempunyai beragam klasifikasi.
Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional
鈥淏别谤诲补蝉补谤办补苍 Leadership In Organizational, kepemimpinan terdiri atas pendekatan trait approach, behavior approach, power influence approach, situational approach, serta integrative approach,鈥 ujarnya.
Lebih lanjut, Betty mengutip dari Bass dan Stogdill dalam bukunya yang berjudul Handbook of Leadership, terdapat tiga teori dasar yang dapat menjadi pertimbangan dalam memahami kepemimpinan lebih dalam. Yaitu, trait approach, behavior approach, dan transformational.
鈥淒ari ketiga teori tersebut diharapkan organisasi atau unit agar mencapai visi dari organisasi tersebut,鈥 Tegasnya.
Mengenai kepemimpinan transaksional, Betty mengungkapkan model itu berfokus pada transaksi yang terjadi antara pemimpin dan pengikut. Kepemimpinan tersebut bertujuan mengetahui bagaimana pemimpin memperoleh sesuatu, begitupun sebaliknya.
Sementara itu, Kepemimpinan transformasional menunjuk pada proses di mana seorang individu terlibat dengan orang lain dan menciptakan sebuah hubungan yang meningkatkan tingkat motivasi dan moralitas. Baik pemimpin maupun pengikutnya.
鈥淒iharapkan kepemimpinan ini mentransformasi individu di level yang paling kecil dari organisasi,鈥 imbuhnya.
4 Komponen Transformasional dan Kritik Transformasional
Dikutip dari BM Bass dalam buku Transformational Leadership, Betty mengungkapkan bahwa terdapat empat dimensi atau komponen kepemimpinan transformasional.
鈥淎ntara lain ada pengaruh idealis dari pemimpin-pemimpinnya. Lalu memotivasi yang memberi inspirasi. Ada stimulasi intelektual, yakni menentukan visi misi,鈥 ujarnya.
鈥淒an, yang terakhir adalah turut mempertimbangkan di level individu,鈥 imbuhnya.
Menurut Betty, kepemimpinan tersebut melibatkan dan menginspirasi pengikut untuk berkomitmen pada visi dan misi sebagai sebuah organisasi, tertantang untuk memecahkan permasalahan melalui inovasi, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan pengikutnya melalui pembinaan, pendampingan, tantangan dan dukungan.
Teori tersebut, sambung Betty, mempunyai berbagai kritik dalam kepemimpinan transformasional. Di antaranya, pengaruh dimensi yang terbagi menjadi pengaruh idealis, motivasi, intelektual, dan hubungan organisasi dengan individu. Kedua, hasil penelitian Multifactor Leadership Questionnaire yang berkorelasi antar di mensi lainnya.
Dan, ketiga adalah kepemimpinan transformasional memperlakukan kepemimpinan sebagai ciri dari kepribadian daripada perilaku melatih orang atau anggotanya. 鈥淜emudian, dari penelitian itu, belum menetapkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat mengubah individu,鈥 ucapnya.
Penulis: Affan Fauzan
Editor: Feri Fenoria





